Siang menjelang sore hari. Matahari masih terasa membakar kulit. Aku memacu roda dua melintasi jalanan. Kenderaan masih sibuk berlalu lalang, debu-debu - polusi - beterbangan. Estimasiku 15 menit perjalanan hingga tiba di lokasi. Sebagaimana biasa, aku selalu antusias menyambut kegiatan setiap pekan ini. Seingatku ini sudah keempat kalinya dilaksanakan. Saat itu, azan ashar dikumandangkan tidak lama setelah aku tiba. Selepas menunaikan sholat, aku bergegas menyiapkan berbagai hal untuk memaksimalkan kegiatan ini. Selama tiga pertemuan ke belakang, sedikitpun aku tidak lupa menyiapkan materi, bahkan konsumsi. Aku tahu ini memang tidak seberapa, tentu saja banyak mentor yang lebih-lebih dalam mempersiapkannya. Mungkin saja, pada momen ini menjadi washilah aku memetik hikmah, Aku membuka gawai. Lantas membuka lembar-lembar mushaf, mengingat-ingat halaman terakhir yang kami baca. Meletakkan camilan yang sudah kubeli sebelumnya. Mataku memotret sekitar, menengok ke pintu ma...
Permasalahan yang hadir di dalam kehidupan kita adalah sebuah keniscayaan. Tidak ada yang dapat menduga seperti apa bentuk dari rasa sakit atas peliknya permasalahan hidup yang harus kita terima. Namun, roda takdir yang terus berputar memaksa kita untuk melewati itu semua, bagaimanapun kondisi, di manapun dan kapanpun kita berada, kerisauan, kegelisahan, kekhawatiran dan ketakutan itu senantiasa menghampiri. Maka tugas kita adalah menjalani! “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan.” (QS. Al-Baqarah : 155) Pada akhirnya, kita dihadapkan pada suatu pilihan. Apakah memilih menyerah atau terus melangkah? Tentu saja, jika pilihan kita tertambat pada kata “menyerah”, maka sudah tidak ada lagi jalan untuk dilewati, tidak ada lagi anak tangga yang bisa ditapaki! Tidak ada! Namun, berbeda jika niat dan tekad kita memutuskan untuk terus melangkah dan menerjang arah yang dituju, percaya, akan ada jalan yang bisa dil...