Diri ini terus bertanya-tanya
Kapan kita bisa bertemu ?
Aku tak tau seperti apa rupamu, dari mana dirimu berasal, dan bagaimana kamu mengejar mimpi, kau laksana bayangan yang tak terlihat di kala gelap.
Kita adalah dua insan yang diciptakan tapi tak saling bertemu, ini hanyalah masalah waktu yang nantinya akan mengobati rindu yang telah menjadi candu, terkadang hati dan pikiran pun saling beradu.
Kita adalah dua insan yang sebenarnya berjuang di arena pertarungan serupa, hanya saja dari dua tempat berbeda. Kau berjuang menjaga mata, aku di sini mencoba sekuat tenaga membentengi hati sampai kau tiba.
kita adalah dua raga yang jauh tapi saling manjaga, tidak bertemu tapi saling menunggu, tidak berpapasan tapi saling memantaskan.
Kata orang jodoh itu cerminan diri, jika demikian apakah aku pantas menjadi pendamping dirimu nanti ? tatkala diriku masih banyak kurangnya dari pada lebihnya, apakah kamu akan menerima aku apa adanya ? Dan berjuang bersama Tanpa melihat dari harta dan tampannya saja.
Aku memang tak sempurna, tapi imanku ada yang nantinya akan membawa hubungan kita ke jannahnya Allah subhanahu wa ta'ala.
Mungkin bagiku berdoa adalah solusi karna itu bukan Angan ataupun mimpi, dan memantaskan diri adalah caraku untuk mempersiapkan diri sampai kamu di takdirkan untukku, karna Allah tau waktu yang tepat untuk mempertemukan antara aku dan kamu.
Hei kamu.
Yang tak kutahu seperti apa rupamu bersabarlah akan ada waktu kita berdua akan bertemu
Tetap selalu Panjatkan doa di setiap sepertiga malammu
Allahku . . .
Tuhan penyejuk Qalbu
Dalam Termangu
Aku masih menyebut namamu
Ku memohon kepadamu
Kabulkanlah doaku
Hati yang tertarih dalam sulitnya menunggu
Moh. Reza S
rezasaat01@gmail.com
Komentar
Posting Komentar