Langsung ke konten utama

Menanti Dalam Doa

Diri ini terus bertanya-tanya
Kapan kita bisa bertemu ?
Aku tak tau seperti apa rupamu, dari mana dirimu berasal, dan bagaimana kamu mengejar mimpi, kau laksana bayangan yang tak terlihat di kala gelap.

Kita adalah dua insan yang diciptakan tapi tak saling bertemu, ini hanyalah masalah waktu yang nantinya akan mengobati rindu yang telah menjadi candu, terkadang hati dan pikiran pun saling beradu.

Kita adalah dua insan yang sebenarnya berjuang di arena pertarungan serupa, hanya saja dari dua tempat berbeda. Kau berjuang menjaga mata, aku di sini mencoba sekuat tenaga membentengi hati sampai kau tiba.

kita adalah dua raga yang jauh tapi saling manjaga, tidak bertemu tapi saling menunggu, tidak berpapasan tapi saling memantaskan.

Kata orang jodoh itu cerminan diri, jika demikian apakah aku pantas menjadi pendamping dirimu nanti ? tatkala diriku masih banyak kurangnya dari pada lebihnya, apakah kamu akan menerima aku apa adanya ? Dan berjuang bersama Tanpa melihat dari harta dan tampannya saja.

Aku memang tak sempurna, tapi imanku ada yang nantinya akan membawa hubungan kita ke jannahnya Allah subhanahu wa ta'ala. 

Mungkin bagiku berdoa adalah solusi karna itu bukan Angan ataupun mimpi, dan memantaskan diri adalah caraku untuk mempersiapkan diri sampai kamu di takdirkan untukku, karna Allah tau waktu yang tepat untuk mempertemukan antara aku dan kamu.

Hei kamu.
Yang tak kutahu seperti apa rupamu bersabarlah akan ada waktu kita berdua akan bertemu
Tetap selalu Panjatkan doa di setiap sepertiga malammu

Allahku . . .
Tuhan penyejuk Qalbu
Dalam Termangu
Aku masih menyebut namamu
Ku memohon kepadamu
Kabulkanlah doaku
Hati yang tertarih dalam sulitnya menunggu

Moh. Reza S
rezasaat01@gmail.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aman karena Iman

Bismillah. Ini adalah buah dari kisah, pengalaman dari penulis dalam sajian obrolan yang sangat bermakna. Silahkan dibaca ya, teman". Aman karena Iman Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 09.30 WITA. Bergegas saya mendorong  motor saya yang ketika itu cedera salah satu ban rodanya. Tak lupa Kakak saya ikut serta menemani. Syukur, jarak bengkel dengan rumah tidak berjauhan, sehingga tak  butuh waktu dan tenaga lebih. Tapi yah, tetap terasa sedikit penat. Bagaimana tidak, saya mendorongnya seorang diri. Si Kakak cuma bantuin bawa roda yang baru mah. Singkat cerita, sepulang dari bengkel saya baru menyadari ternyata dompet saya hilang, jatuh entah di mana. Kakak mengatakan tidak ada sesuatu yang jatuh ketika itu. Saya pun bergegas, lari menuju rumah meninggalkan kakak yang masih dalam perjalanan pulang. Dan Alhamdulillah, saya menemukan dompet saya tergeletak di bawah kursi kerja.  Beriring dengan tibanya kakak saya di rumah, saya pun berkata padanya :...

Lebaran Ketupat, Nasi Bulu dan Kampung Jawa

                                                                                                                                  Oleh : Achmad Husein Hasni Gorontalo merupakan suatu daerah yang kaya akan sejarah, budaya dan warisan para leluhur yang sampai saat ini masih terjaga keindahannya. Secara historis Provinsi Gorontalo adalah daerah yang lebih dahulu merdeka dibandingkan Indonesia yaitu pada tahun 1942, dari hal tersebut Gorontalo membuktikan bahwa nilai perjuangan yang dibangun oleh para leluhur kita yang ada di Gorontalo sangatlah  luar biasa karena mampu menjadi ...

Sakit? Ayo Segera Bangkit!

Bismillah. Hai, sahabat Millennial Muslim. Siapa sih yang nggak pernah merasakan sakit? Kita semua pasti pernah merasakan ya. Kaum baperan langsung mikir nih  "Apalagi sakit melihat si dia bersama yang lain" . Yah, sakit nggak cuma tentang itu.   Kita masing-masing memiliki harapan, impian, capaian yang ingin diwujudkan. Dengan segala usaha, doa yang berpijak pada tekad kita lakukan demi sebuah impian kita. Tapi.. akankah dengan segera impian itu terwujud? yakin tanpa terpaan masalah dan problematika ? Tentu tidak. Sebegitu rinci, sebegitu teliti pun kita merencanakan pasti akan dihampiri oleh hambatan. Karena kita sebagai manusia pasti akan diuji oleh Allah. Kita hanya mampu merencanakan, berusaha mewujudkan. Adapun persoalan terwujud atau tidak, tercapai atau tidak itu bukan lagi kapasitas kita, melainkan kapasitas dari kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Kadang, hanya butuh beberapa langkah atau bahkan hanya satu langkah lagi kita meraih impian itu. Tapi nyatany...