Permasalahan yang hadir di dalam kehidupan kita adalah sebuah keniscayaan. Tidak ada yang dapat menduga seperti apa bentuk dari rasa sakit atas peliknya permasalahan hidup yang harus kita terima. Namun, roda takdir yang terus berputar memaksa kita untuk melewati itu semua, bagaimanapun kondisi, di manapun dan kapanpun kita berada, kerisauan, kegelisahan, kekhawatiran dan ketakutan itu senantiasa menghampiri. Maka tugas kita adalah menjalani!
“Dan
Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan
harta, jiwa, dan buah-buahan.” (QS. Al-Baqarah : 155)
Pada akhirnya, kita dihadapkan pada suatu pilihan. Apakah memilih
menyerah atau terus melangkah? Tentu saja, jika pilihan kita tertambat pada
kata “menyerah”, maka sudah tidak ada lagi jalan untuk dilewati, tidak ada lagi
anak tangga yang bisa ditapaki! Tidak ada! Namun, berbeda jika niat dan tekad kita
memutuskan untuk terus melangkah dan menerjang arah yang dituju, percaya, akan ada
jalan yang bisa dilewati seakan-akan mempersilakan kita, akan hadir anak tangga
untuk mengantarkan kita hingga ke puncak tujuan. Itulah buah dari pilihan untuk
terus melangkah.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan
suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS.
Ar-Ra’d : 11)
Kita ilustrasikan saja seperti seorang mahasiswa yang
bergelut dengan tugas akhir, jika saja ia memutuskan berhenti meneliti, menulis
untuk tugas akhirnya, sampai kapanpun tidak akan terselesaikan. Sampai ia
memilih untuk menggerakan tangan, kaki dan badannya untuk menyelesaikan itu
semua. Telah ada kemudahan-kemudahan, jalan keluar dan solusi dari permasalahan
yang kita hadapi. Tinggal bagaimana kita bisa menyikapi. Allah sudah
menyediakan semua solusinya, dan itu pasti!
"Karena
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah
kesulitan itu ada kemudahan."
(QS. Al-Insyirah : 5-6)
Komentar
Posting Komentar