Langsung ke konten utama

Suara Langit


Kala aku dalam keterpurukan, keputusasaan, seakan mimpi hanya sekadar angan dan khayalan, tak bisa kugapai. Berkali-kali jatuh, kumulai ragu untuk bangkit maju. Apa hanya berakhir semu? Hanya termenung dengan tatapan kosong.. akankah harapan itu akan jauh meninggalkanku? Ketika itu, kucoba memalingkan wajah memandang ke atas langit, yang masih dalam kepulan awan hitam, mendung.. tetiba awan hitam perlahan mulai bergeser, mempersilakan sang langit untuk cerah dengan hamparan birunya. Dan langit kembali cerah membiru.. Lamunku terus menatap langit kala itu…


Tatapan itu, masih enggan untuk aku palingkan. Cerah dan birunya, seakan menyapa dan berkata “Hei, bukan saatnya untuk ragu. Lekas bangkit dan terus maju. Kalau jatuh bisa berkali-kali, lantas kenapa bangkit juga tidak bisa berkali-kali? Kau lihat? aku tidaklah secerah ini sebelumnya, yang penuh dengan kepulan awan hitam kelam, tapi akhirnya kembali menyapamu dengan cerah ini.. Begitupun kau… sejatuh-jatuhnya kau, pasti kau akan temukan secercah harapan untuk bangkit.  Masih dengan tatapanku pada hamparan biru itu.. hatiku perlahan mulai tenang.. turut dengan cerahnya sang langit. 


Suara langit.. membisikkan semangat untuk bangkit. Aku tak bisa berlama-lama dalam keputusasaan, segera bangkit tuk gapai harapan. Betapa menyedihkan aku yang sanggup berlama-lama pada gelap nan pekat keputusasaan. Segera kedua kaki ini menopang tubuh untuk kembali bangkit dan maju. Tidak peduli harus berapa kali.. itsumo.. itsumo, selalu dan selalu memandang ke depan.. kitto (pasti).. di tengah kegelapan masih ada sebuah secercah harapan. Tak peduli secerah apa harapan itu, tetap beranilah untuk menggenggam.


Ketika itu, kubergegas bangkit.. menyingkirkan rasa putus asa. Pandangan lurus ke depan dan kaki pun mulai beranjak. Wahai sang langit, pesanmu sudah tersampaikan padaku. Tetap membiru meski berkali-kali mendung menutupi. Suara langit kala itu, membisikkanku untuk bangkit dan melejit. Memberitahukanku untuk tidak larut dalam nestepa, tetapi sigap menggapai asa.


Suara langit, hamparan biru nan cerah, membisikkan padaku untuk tidak menyerah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aman karena Iman

Bismillah. Ini adalah buah dari kisah, pengalaman dari penulis dalam sajian obrolan yang sangat bermakna. Silahkan dibaca ya, teman". Aman karena Iman Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 09.30 WITA. Bergegas saya mendorong  motor saya yang ketika itu cedera salah satu ban rodanya. Tak lupa Kakak saya ikut serta menemani. Syukur, jarak bengkel dengan rumah tidak berjauhan, sehingga tak  butuh waktu dan tenaga lebih. Tapi yah, tetap terasa sedikit penat. Bagaimana tidak, saya mendorongnya seorang diri. Si Kakak cuma bantuin bawa roda yang baru mah. Singkat cerita, sepulang dari bengkel saya baru menyadari ternyata dompet saya hilang, jatuh entah di mana. Kakak mengatakan tidak ada sesuatu yang jatuh ketika itu. Saya pun bergegas, lari menuju rumah meninggalkan kakak yang masih dalam perjalanan pulang. Dan Alhamdulillah, saya menemukan dompet saya tergeletak di bawah kursi kerja.  Beriring dengan tibanya kakak saya di rumah, saya pun berkata padanya :...

Lebaran Ketupat, Nasi Bulu dan Kampung Jawa

                                                                                                                                  Oleh : Achmad Husein Hasni Gorontalo merupakan suatu daerah yang kaya akan sejarah, budaya dan warisan para leluhur yang sampai saat ini masih terjaga keindahannya. Secara historis Provinsi Gorontalo adalah daerah yang lebih dahulu merdeka dibandingkan Indonesia yaitu pada tahun 1942, dari hal tersebut Gorontalo membuktikan bahwa nilai perjuangan yang dibangun oleh para leluhur kita yang ada di Gorontalo sangatlah  luar biasa karena mampu menjadi ...

Sakit? Ayo Segera Bangkit!

Bismillah. Hai, sahabat Millennial Muslim. Siapa sih yang nggak pernah merasakan sakit? Kita semua pasti pernah merasakan ya. Kaum baperan langsung mikir nih  "Apalagi sakit melihat si dia bersama yang lain" . Yah, sakit nggak cuma tentang itu.   Kita masing-masing memiliki harapan, impian, capaian yang ingin diwujudkan. Dengan segala usaha, doa yang berpijak pada tekad kita lakukan demi sebuah impian kita. Tapi.. akankah dengan segera impian itu terwujud? yakin tanpa terpaan masalah dan problematika ? Tentu tidak. Sebegitu rinci, sebegitu teliti pun kita merencanakan pasti akan dihampiri oleh hambatan. Karena kita sebagai manusia pasti akan diuji oleh Allah. Kita hanya mampu merencanakan, berusaha mewujudkan. Adapun persoalan terwujud atau tidak, tercapai atau tidak itu bukan lagi kapasitas kita, melainkan kapasitas dari kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Kadang, hanya butuh beberapa langkah atau bahkan hanya satu langkah lagi kita meraih impian itu. Tapi nyatany...