Kala aku dalam keterpurukan, keputusasaan, seakan mimpi hanya sekadar angan dan khayalan, tak bisa kugapai. Berkali-kali jatuh, kumulai ragu untuk bangkit maju. Apa hanya berakhir semu? Hanya termenung dengan tatapan kosong.. akankah harapan itu akan jauh meninggalkanku? Ketika itu, kucoba memalingkan wajah memandang ke atas langit, yang masih dalam kepulan awan hitam, mendung.. tetiba awan hitam perlahan mulai bergeser, mempersilakan sang langit untuk cerah dengan hamparan birunya. Dan langit kembali cerah membiru.. Lamunku terus menatap langit kala itu…
Tatapan itu, masih enggan untuk aku palingkan. Cerah dan birunya, seakan menyapa dan berkata “Hei, bukan saatnya untuk ragu. Lekas bangkit dan terus maju. Kalau jatuh bisa berkali-kali, lantas kenapa bangkit juga tidak bisa berkali-kali? Kau lihat? aku tidaklah secerah ini sebelumnya, yang penuh dengan kepulan awan hitam kelam, tapi akhirnya kembali menyapamu dengan cerah ini.. Begitupun kau… sejatuh-jatuhnya kau, pasti kau akan temukan secercah harapan untuk bangkit. Masih dengan tatapanku pada hamparan biru itu.. hatiku perlahan mulai tenang.. turut dengan cerahnya sang langit.
Suara langit.. membisikkan semangat untuk bangkit. Aku tak bisa berlama-lama dalam keputusasaan, segera bangkit tuk gapai harapan. Betapa menyedihkan aku yang sanggup berlama-lama pada gelap nan pekat keputusasaan. Segera kedua kaki ini menopang tubuh untuk kembali bangkit dan maju. Tidak peduli harus berapa kali.. itsumo.. itsumo, selalu dan selalu memandang ke depan.. kitto (pasti).. di tengah kegelapan masih ada sebuah secercah harapan. Tak peduli secerah apa harapan itu, tetap beranilah untuk menggenggam.
Ketika itu, kubergegas bangkit.. menyingkirkan rasa putus asa. Pandangan lurus ke depan dan kaki pun mulai beranjak. Wahai sang langit, pesanmu sudah tersampaikan padaku. Tetap membiru meski berkali-kali mendung menutupi. Suara langit kala itu, membisikkanku untuk bangkit dan melejit. Memberitahukanku untuk tidak larut dalam nestepa, tetapi sigap menggapai asa.
Suara langit, hamparan biru nan cerah, membisikkan padaku untuk tidak menyerah.

Komentar
Posting Komentar