Langsung ke konten utama

Menuju Muslim Inspirator

                                                              Oleh : Achmad Husein Hasni

Memulai sesuatu yang baru dengan meninggalkan sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari memang cukup sulit untuk dijalankan. Terlebih kita memulai sesuatu itu dengan perkara-perkara atau pekerjaan yang belum biasa dilakukan sebelumnya dan dengan hal-hal yang mungkin belum pernah dirasakan. Itulah mungkin sedikit gambaran dari titik tolak perubahan seorang mahasiswa yang berkecimpung dalam aktivitas organisasi dakwah kampus. Seseorang yang sebelumnya merupakan anak tongkrongan dengan sekelompok kawan-kawan yang memiliki aktivitas yang tentunya sama dengan ia yaitu menghabiskan waktu keseharian dengan berkumpul dan bermain menghabiskan waktu bersama yang terkadang pekerjaan atau aktifitas yang mereka lakukan itu sia-sia. Minimarket dan café menjadi tempat yang paling diminati anak muda ini ketika berkumpul bersama teman-temannya. Hampir setiap hari waktu dihabiskan untuk hal-hal yang sejatinya tidak produktif bagi dirinya. Akan tetapi anak muda ini belum mengetahui tentang sebenarnya apa yang ia akan tuju ketika menjalani kehidupan di dunia kampus. Anak muda ini memiliki hobi atau senang dengan hal-hal yang bersifat literatif atau kegiatan-kegiatan yang bisa mengasah kemampuan nalar dan kekritisan berpikir seperti berdiskusi, berdebat dan membaca buku. Kebetulan pada suatu hari ia memutuskan untuk masuk pada suatu organisasi atau kelompok kegiatan kemahasiswaan yang bergerak di bidang itu. Anak itu sangat yakin bahwa dengan kemauan yang ia miliki, ia akan masuk dan terterima pada kelompok itu, tapi sayangnya tidak, anak itu tidak lulus dalam seleksi yang dilaksanakan oleh kelompok atau organisasi tersebut sehingga menjadikan ia tidak dapat masuk kedalam organisasi itu dan mengubur impiannya untuk dapat meningkatkan kemampuan literasi dirinya bersama anak-anak berprestasi dan berbakat dari kampus-nya tersebut. Anak muda itu belum menyerah dan masih terus ingin mencari sesuatu yang baru dari kehidupan dunia kampus yang ia jalani. Menurut-nya, kelompok itu bukan menjadi satu-satunya untuk dia dapat mengembangkan kemampuan dan potensi yang ada di dalam dirinya. Untuk itu, anak muda itu mencari lagi dan mencoba lagi untuk masuk pada sutu kelompok organisasi mahasiswa yang ada di kampus-nya itu. Kebetulan pada saat itu ia melihat sebuah brosur yang tertempel di dinding fakultas tempat ia kuliah atau menimba ilmu. Brosur itu berisi suatu kegiatan pembukaan penerimaan anggota atau kader yang ingin masuk ke lembaga dakwah fakultas yang berada di fakultasnya. Masih sempat berpikir untuk bisa memantapkan hati bergabung dalam kelompok itu dan setelah sehari berpikir dan memantapkan hati untuk bergabung dengan organisasi itu, akhirnya anak muda itupun ingin mencoba sesuatu yang sebelumnya bagi ia tidak biasa. Menurut dia sepertinya saya harus belajar kembali mengenai hal-hal yang ada di dalam agama saya tentu dengan teman-teman yang sudah lebih dahulu ada di dalam organisasi itu. Saya tidak tahu, apakah dengan bergabung di dalam kelompok ini akan membuat teman-teman saya merasa segan kepada saya atau seperti apa tapi sepertinya saya harus menambah pengalaman baru di tempat ini, ilmu dan pengalaman saya masih kurang, mungkin saja saya bisa mendapatkan pembelajaran berharga di tempat ini sembari memperbaiki diri untuk bisa menjadi orang yang bermanfaat dikemudian hari. Begitulah hasil perenungan anak muda itu sebelum ia memantapkan hati masuk pada organisasi lembaga dakwah fakultas. Alasan lainnya anak muda itu ingin bergabung dan aktif dalam organisasi atau kelompok kegiatan kemahasiswaan yaitu ia ingin mendapatkan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, sesuatu itu bersifat general bukan spesifik. Mungkin sesuatu yang dimaksud oleh anak muda itu ialah ia ingin mendapatkan ketengan jiwa atau mungkin juga ia ingin mendapatkan prestasi-prestasi lainnya selama menjadi mahasiswa, tetapi yang jelas anak muda itu beranggapan bahwa dengan memiliki banyak teman dan dengan pengalaman yang banyak maka kesuksesan itu akan mudah untuk diraih. Satu hal yang paling penting ialah bagaimana cara kita untuk kembali menjadi pribadi yang baik secara keseluruhan. Artinya, menurut ia kebaikan dalam diri akan datang seiring dengan meningkatnya kualitas amal ibadah yang kita lakukan. Untuk itu, organisasi ini menjadi sarana untuk dia belajar dan membiasakan diri untuk menjadi pribadi yang lebih religius lagi. Hari demi hari ia telah lewati bersama kelompok itu, belum saja anak muda itu merasa bahwa dirinya telah berada pada level kebaikan yang tinggi, tetapi dia langsung mendapat tantangan untuk bisa mengajak orang lain khusunya mahasiswa kepada kebaikan. Anak muda itu akhirnya merasa tertantang dan berusaha untuk mencari jalan agar dapat mengajak teman-temannya untuk bisa masuk kedalam organisasi dakwah itu, tetapi ternyata apa yang ia bayangkan tidak sesuai dengan kenyataan, untuk mengajak orang ke jalan kebaikan tampaknya sangat sulit terlebih dengan segala macam pemikiran yang ia jumpai. Untuk itu anak muda ini mencari strategi dan cara untuk bisa mengajak orang-orang supaya memiliki keinginan untuk masuk kedalam kelompok kita. Anak muda itu berpikir begini, nampaknya saya harus banyak belajar untuk mengasah kemampuan dan potensi yang ada di dalam diri saya untuk bisa memberikan manfaat kepada teman-teman yang ada di sekitar saya. Juga terlebih saya harus mencoba hal-hal baru atau keluar dari zona nyaman saya untuk bisa melakukan sesuatu hal yang tidak biasa, guna menginspirasi orang lain dengan harapan inilah caranya untuk merubah stigma mahasiswa yang berada di kampus bahwa anak organisasi dakwah itu keren, berprestasi dan ramah kepada setiap orang, serta mampu memberikan solusi atau jalan keluar bagi teman-temannya yang memiliki masalah. Dengan segala hal yang dia miliki, anak muda itu mencoba untuk menjadikan dirinya sebagai representative dari anak organisasi dakwah yang bisa menginspirasi orang banyak. Hal ini didapatkan dari bentuk pergaulan dan teman-teman ia yang sama-sama belajar di organisasi dakwah kampus, bahwa kita harus mencari gaya dan cara baru untuk dapat menjadikan mahasiswa tertarik masuk pada organisasi kita, caranya yaitu bermanfaat dan menginspirasi, dengan itu mereka yakin dan percaya bahwa mahasiswa yang belum tersentuh dengan dakwah bisa bergabung bersama-sama dengan kita di jalan yang penuh kebaikan ini. Satu kesimpulan yang bisa penulis dapat dari cerita inspiratif ini yaitu dimanapun kita berada, kita tetap bisa untuk mendapatkan apa yang kita inginkan sesuai tujuan yang ingin kita capai. Kebaikan atau manfaat yang didapatkan oleh anak muda tersebut ialah dia mendapatkan kebaikan bukan secara duniawi saja yaitu masuk dalam oraganisasi atau kelompok kegiatan mahasiswa untuk supaya bisa meningkatkan potensi yang ada pada dirinya dan menjadi mahasiswa berprestasi di kampus, tapi juga dia mendapatkan kebaikan yang lain yaitu kesempatan untuk berbuat baik dan mengajak orang kepada jalan kebaikan dengan cara bisa lebih dekat dengan Allah SWT sebagai bentuk usaha untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin. Sehingganya anak muda itu dapat menjadikan dirinya sebagi muslim yang sejati yang dapat menginspirasi orang-orang yang ada di sekitar dia untuk membawa perubahan ke-arah yang lebih baik lagi dengan cara menjadi muslim inspirator.  

Penulis : Achmad Husein Hasni

Penulis adalah Mahasiswa dari Universitas Negeri Gorontalo


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aman karena Iman

Bismillah. Ini adalah buah dari kisah, pengalaman dari penulis dalam sajian obrolan yang sangat bermakna. Silahkan dibaca ya, teman". Aman karena Iman Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 09.30 WITA. Bergegas saya mendorong  motor saya yang ketika itu cedera salah satu ban rodanya. Tak lupa Kakak saya ikut serta menemani. Syukur, jarak bengkel dengan rumah tidak berjauhan, sehingga tak  butuh waktu dan tenaga lebih. Tapi yah, tetap terasa sedikit penat. Bagaimana tidak, saya mendorongnya seorang diri. Si Kakak cuma bantuin bawa roda yang baru mah. Singkat cerita, sepulang dari bengkel saya baru menyadari ternyata dompet saya hilang, jatuh entah di mana. Kakak mengatakan tidak ada sesuatu yang jatuh ketika itu. Saya pun bergegas, lari menuju rumah meninggalkan kakak yang masih dalam perjalanan pulang. Dan Alhamdulillah, saya menemukan dompet saya tergeletak di bawah kursi kerja.  Beriring dengan tibanya kakak saya di rumah, saya pun berkata padanya :...

Lebaran Ketupat, Nasi Bulu dan Kampung Jawa

                                                                                                                                  Oleh : Achmad Husein Hasni Gorontalo merupakan suatu daerah yang kaya akan sejarah, budaya dan warisan para leluhur yang sampai saat ini masih terjaga keindahannya. Secara historis Provinsi Gorontalo adalah daerah yang lebih dahulu merdeka dibandingkan Indonesia yaitu pada tahun 1942, dari hal tersebut Gorontalo membuktikan bahwa nilai perjuangan yang dibangun oleh para leluhur kita yang ada di Gorontalo sangatlah  luar biasa karena mampu menjadi ...

Sakit? Ayo Segera Bangkit!

Bismillah. Hai, sahabat Millennial Muslim. Siapa sih yang nggak pernah merasakan sakit? Kita semua pasti pernah merasakan ya. Kaum baperan langsung mikir nih  "Apalagi sakit melihat si dia bersama yang lain" . Yah, sakit nggak cuma tentang itu.   Kita masing-masing memiliki harapan, impian, capaian yang ingin diwujudkan. Dengan segala usaha, doa yang berpijak pada tekad kita lakukan demi sebuah impian kita. Tapi.. akankah dengan segera impian itu terwujud? yakin tanpa terpaan masalah dan problematika ? Tentu tidak. Sebegitu rinci, sebegitu teliti pun kita merencanakan pasti akan dihampiri oleh hambatan. Karena kita sebagai manusia pasti akan diuji oleh Allah. Kita hanya mampu merencanakan, berusaha mewujudkan. Adapun persoalan terwujud atau tidak, tercapai atau tidak itu bukan lagi kapasitas kita, melainkan kapasitas dari kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Kadang, hanya butuh beberapa langkah atau bahkan hanya satu langkah lagi kita meraih impian itu. Tapi nyatany...