Sekadar kode untuk sebuah kepekaan. Menitip harap bahwa dia tahu. Apakah kau seperti itu? Berharap menegur sapa lewat postingan media sosial? Lalu.. guna apa melakukan hal seperti itu?
Hayo ngaku, siapa yang sering gitu? Main kode-kodean di medsos.. haha, nggak sekalian aja ya pakai sandi morse, atau bahkan sampai pakai bahasa pemrograman. Haha.. terlalu bet dah. Tapi bener nggak sih, masih ada yang sering gitu?
Hm.. ya, mulut memang bisa membisu tak berkata memberitahu apa yang menjadi rasa, mata menjadi tak mampu menatap, telinga berpura-pura tak mendengar hal tentangnya. Itu bisa kita lakukan.. tapi hati, memang tak bisa berbohong tentang rasa. Kita adalah manusia, yang lumrah memendam bahkan bisa memupuk rasa. Meski kita tahu itu sakit. Lalu seharusnya bagaimana? Tanya diri kita. Tentu kita tahu, bahwa rasa ini masih sebatas rasa.. adalah salah kalau kita memaksakan dengan cara yang tidak baik. Akan ada saatnya rasa ini terhubung dengan orang yang tepat.
Ini hanyalah sebatas rasa, bukan hak kita untuk saling memaksa. Pun kita akan mendapati dan menjumpai rasa ini telah menjadi "rasa yang pernah ada". Ya, pernah singgah dengan sedikit luka lalu sirna begitu saja. Biarlah ini menjadi cerita.
Masing-masing kita mungkin pernah merasakan hal seperti ini. Ingin mengungkapkan tapi takut terabaikan, takut nanti akan diacuhkan. Lantas ketika mengungkapkan adakah dia akan merasakan yang sama? Jika iya, mungkin bisa menjalin keseriusan yang baik. Lantas bagaimana jika tidak? Siapkah menyambut hal yang menyakitkan? Oh.. aku pun tak tahu. Pernah tenggelam dalam dilema untuk mengungkapkan atau menyembunyikan, hingga memaksa menepikan rasa ini.
Biasanya kumemilih untuk bisa memendam sampai akhirnya bisa mereda. Yah.. karena memang aku bukan orang yang pandai mengungkapkan.
So, pasti kita sendirilah yang tahu kemana arah rasa ini sebenarnya. Sesekali kita merefleksi untuk ke mana kah rasa ini sebenarnya? Apakah untuk sebuah keseriusan atau kekaguman semata. Maka, jangan terlalu menitipkan rasa yang terlalu dalam, karena kita tak tahu akan berakhir manis ataukah pahit. Perasaan kepada seseorang akan berujung pada pengharapan. Maka ketika pengharapan kita sudah terlampau jauh dan pada akhirnya kau jatuh. Di situlah kau akan rasakan bagaimana sakitnya berharap pada manusia. Karena Allah, tak menyukai hamba-Nya yang berharap pada selain-Nya.
Bagaimana denganmu? Silakan berkomentar jika berkenan.
Senin, 13 April 2020.
01.42 WITA.
@kir
Wih,, kena bangat tulisanya kak,,, yah memng memendam rasa itu sangat sulit,,,,,,
BalasHapusHehe. Sepertinya antum pengalaman ya. Semangat!
Hapus