Langsung ke konten utama

Ramadhan Bukan Ajang Penyesalan

Bismillah. Teman-teman yang InsyaAllah selalu dalam lindungan Allah. Beberapa hari lagi, Ramdhan kian menunjukan jati dirinya, begegas menemui kita, manusia-manusia yang akan mengisi 30 harinya dengan penuh semangat. Tapi, siapkah kita dengan perbekalan yang cukup untuk menjalaninya? Tanya ini harus terbayang dalam pikiran. 30 hari? Itu sangat singkat, kawan. Bukan hari biasa yang dilewatkan begitu saja tanpa ada hikmah apa-apa. Terasa lama jika kita tidak menginginkan Ramadhan, inginnya just passed away. Berlalu begitu saja.. Tulisan ini tak lain juga tamparan untuk diri saya sendiri, yang dengan amalan tak seberapa. Tapi izinkanlah saya menyapa teman-teman, dengan sentuhan muhasabah untuk kita masing-masing.


Ramadhan, 30 hari yang penuh kemuliaan. This time for us to be better, better and more better. Lebih baik ibadah kita, lebih baik sedekah kita, lebih baik sifat dan sikap kita, dan hal lainnya yang bisa berpeluang bertranformasi menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Maka, mulai sekarang penuh dengan persiapan, bukan dengan kelalaian agar tak berujung penyesalan, kawan.. mari sama-sama terus mengingatkan, karena tentu kita tak luput dari kesalahan. 


Ramadhan adalah bulan mulia. Jangan jadikan sia-sia. 


 “Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”  
(HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).
We should to take this chance. We need to prepare, ikhwah. Sekali lagi, jangan lewatkan, ini kesempatan!


Ramadhan kali ini berbeda dari yang biasanya. Biasanya kita sholat di Masjid, sekarang belum bisa. Biasanya kita buka bersama di Masjid, kajian, i'tikaf di masjid masih belum memungkinkan untuk dilaksankan. Ini cukup membuat hati merintih sedih. Tapi apa boleh buat, saya yang bukan siapa-siapa, ilmu pun tak seberapa, hanya bisa patuh kepada pemimpin dan ulama yang telah memfatwakan tentang kondisi ini.


Sebagaimana kondisi yang kita alami sekarang, negeri kita yang masih dihinggapi oleh wabah Covid-19, membatasi aktivitas kita di luar rumah. 
     "Persiapan? Oh nggak butuh. Lagian kali ini    
      kan.. di rumah ajaaa, ya kan?. 
Tidak-tidak. Justru, tantangan terbesar kita adalah kondisi kita yang seperti ini, bersendirian.. mungkin ada yang bersama keluarga, tapi tetap saja, di kamar pun tetap sendiri. Sendiri inilah yang menjadi musuh kita. Berbagai macam godaan akan melahap hari-hari kita. Inilah yang perlu kita siapkan. Kita berperang dengan kondisi yang seperti ini. Jadi, siapkan segala hal untuk mengatasinya. Carilah hal-hal yang mencharge kembali iman kita. Kita tidak akan menemui kajian secara langsung, ada banyak kajian online, pamfletnya tersebar di berbagai postingan media sosial. Tinggal kita memilih saja. Dan banyak hal lagi. Sendiri inilah yang bermasalah… karena memang, kita takkan lepas dari godaan. 


Ramadhan bukan ajang penyesalan!. Setiap menjumpai Ramadhan, selalu saja berjanji untuk memperbaiki tapi pada akhirnya diingkari. Butuh berapa Ramadhan lagi agar kita bisa sadar? Bahwa pahala kita tak sebanyak dosa kita, tidak, atau bahkan pahala kita tidak ada sama sekali. Kita takkan pernah tahu. We don't know, right?. Butuh berapa kali Ramadhan lagi? Saya takut, kesempatan ini akan didahului oleh kematian. Ramadhan tak sempat kuperbaiki diri, kini kematian kian menghampiri. Ya Allah.. Ramadhan bukan ajang penyesalan, tapi ajang perbaikan. Memperbaiki hati kita yang mungkin selama ini dilahap oleh gelapnya dosa kita, menyebabkan hati kita terkunci. Are you don't scary? We'll die.. Mati adalah pasti, tapi apakah pasti amalan kita diterima? Dengan stock pahala yang banyak? No.. we never know it.


Sekarang, mari sama kita buka mata, hati, pikiran.. untuk menyadarkan diri kita sendiri. Sekarang? Masih adakah alasan untuk tak sholat? Yang mengeluh masjidnya jauh. Sedangkan saat ini dalam keadaan yang dianjurkan sholat di rumah. Sekarang.. masih adakah alasan untuk tak puasa? Dengan berbagai alasan pekerjaan yang melelahkan? Sedangkan sekarang pekerjaan hanya dilakukan di rumah.. let's thinking!. Nanti dengan cara seperti apa barulah kita mau berubah? Yo Muhasabah… Mari sama-sama kita manfaatkan momen Ramadhan kali ini dengan sebaik-baiknya. You want try to change your life? Yap, take this chance!. Don't make this moment passed away. Hei… segera ambil kesempatan ini. Mari kita saling mendoakan, InsyaAllah kita selalu dalam lindungan Allah Subhanahu wa ta'ala, doakan wabah yang melanda cepat dihilangkan, doakan kita bisa menyambut Ramadhan dengan penuh kegembiraan. 


Jangan surutkan semangat, tetap langitkan doa dan tingkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Tulisan ini tak lain sebagai bahan muhasabah untuk diri saya sendiri, menampar diri sendiri yang masih sering mengabaikan Ramadhan. Agar bisa memanfaatkan momentum Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. 


"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,"
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 183)


Sabtu, 18 April 2020.
01.39 WITA.


@kir

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aman karena Iman

Bismillah. Ini adalah buah dari kisah, pengalaman dari penulis dalam sajian obrolan yang sangat bermakna. Silahkan dibaca ya, teman". Aman karena Iman Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 09.30 WITA. Bergegas saya mendorong  motor saya yang ketika itu cedera salah satu ban rodanya. Tak lupa Kakak saya ikut serta menemani. Syukur, jarak bengkel dengan rumah tidak berjauhan, sehingga tak  butuh waktu dan tenaga lebih. Tapi yah, tetap terasa sedikit penat. Bagaimana tidak, saya mendorongnya seorang diri. Si Kakak cuma bantuin bawa roda yang baru mah. Singkat cerita, sepulang dari bengkel saya baru menyadari ternyata dompet saya hilang, jatuh entah di mana. Kakak mengatakan tidak ada sesuatu yang jatuh ketika itu. Saya pun bergegas, lari menuju rumah meninggalkan kakak yang masih dalam perjalanan pulang. Dan Alhamdulillah, saya menemukan dompet saya tergeletak di bawah kursi kerja.  Beriring dengan tibanya kakak saya di rumah, saya pun berkata padanya :...

Lebaran Ketupat, Nasi Bulu dan Kampung Jawa

                                                                                                                                  Oleh : Achmad Husein Hasni Gorontalo merupakan suatu daerah yang kaya akan sejarah, budaya dan warisan para leluhur yang sampai saat ini masih terjaga keindahannya. Secara historis Provinsi Gorontalo adalah daerah yang lebih dahulu merdeka dibandingkan Indonesia yaitu pada tahun 1942, dari hal tersebut Gorontalo membuktikan bahwa nilai perjuangan yang dibangun oleh para leluhur kita yang ada di Gorontalo sangatlah  luar biasa karena mampu menjadi ...

Sakit? Ayo Segera Bangkit!

Bismillah. Hai, sahabat Millennial Muslim. Siapa sih yang nggak pernah merasakan sakit? Kita semua pasti pernah merasakan ya. Kaum baperan langsung mikir nih  "Apalagi sakit melihat si dia bersama yang lain" . Yah, sakit nggak cuma tentang itu.   Kita masing-masing memiliki harapan, impian, capaian yang ingin diwujudkan. Dengan segala usaha, doa yang berpijak pada tekad kita lakukan demi sebuah impian kita. Tapi.. akankah dengan segera impian itu terwujud? yakin tanpa terpaan masalah dan problematika ? Tentu tidak. Sebegitu rinci, sebegitu teliti pun kita merencanakan pasti akan dihampiri oleh hambatan. Karena kita sebagai manusia pasti akan diuji oleh Allah. Kita hanya mampu merencanakan, berusaha mewujudkan. Adapun persoalan terwujud atau tidak, tercapai atau tidak itu bukan lagi kapasitas kita, melainkan kapasitas dari kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Kadang, hanya butuh beberapa langkah atau bahkan hanya satu langkah lagi kita meraih impian itu. Tapi nyatany...