Oleh : Achmad Husein Hasni
Bagaikan
suatu puzzle yang memiliki susunan kepingan-kepingan gambar yang harus
disatukan. Organisasi tampaknya menjadi objek nyata dalam menggambarkan puzzle
tersebut. Komponen dan instrument sangatlah penting untuk diperhatikan dalam
suatu organisasi sebagai strategi dalam mewujudkan tujuan dan cita-cita yang
ingin dicapai. Olehnya itu individu-individu yang saling membutuhkan satu sama
lain akan membentuk suatu konsensus dasar sebagai nilai esensial dalam
membangun dan mewujudkan keinginan dan tujuan bersama. Konteks kepingan atau
komponen dalam organisasi merupakan nilai penting untuk membangun substansi
kerja organisasi kedepan. Perencanaan awal mengenai strukturisasi organisasi
jelas menjadi perbincangan hangat bahkan panas pada awal pergantian kepengurusan
dalam suatu organisasi. Akan tetapi semangat juang dan nilai dasar
berorganisasi akan selalu menjadi hal yang paling utama dalam mempertimbangkan
pilihan-pilihan dari pembahasan rencana kerja organisasi kedepan. Untuk itu,
tulisan sederhana ini akan membahas terkait salah satu komponen penting dalam
struktur organisasi, dengan tujuan memberikan sedikit opini untuk melakukan
revitalisasi strategi dalam pengembangan organisasi secara komprehensif.
Mahasiswa
dengan segala macam model pemikiran jelas memiliki ide dan konsep yang
berbeda-beda dalam menentukan masa depannya di kampus. Untuk itu kampus
menyediakan fasilitas berupa organisasi kemahasiswaan dengan tujuan
pengembangan soft skill dan hard skill mahasiswa, pengembangan jiwa leadership
dan pengembangan pengetahuan serta minat dan bakat mahasiswa. Organisasi
kemahasiswaan yang ada di kampus tentu menjadi wadah utama dalam pengembngan
keterampilan tadi, bahkan lebih spesifik terdapat berbagai macam komunitas dan
kelompok studi mahasiswa mandiri yang lebih menitikberatkan pada pengembangan
potensi dibidang-bidang tertentu, seperti unit kegiatan keolahragaan,
kesehatan, seni, beladiri, riset, teknologi, pendidikan, kerohaniaan dan lain
sebagainya dengan tujuan menghimpun dan memberikan training untuk pengembangan
bakat yang diminati oleh mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di bangku
perkuliahan yang ada di kampus.
Spesifik
penulis ingin membahas terkait salah satu departemen yang berada di organisai
lembaga dakwah kampus. Sebenarnya departemen atau bidang ini dimiliki oleh
hampir seluruh organisasi kemahasiswaan intra yang berada di kampus. Tetapi
nilai atau substansi yang disuguhkan berbeda-beda untuk menunjang
keberlangsungan kerja dan orientasi dari organisasi itu sendiri. Untuk lembaga
dakwah kampus mereka memiliki departemen atau bidang pendidikan minat dan bakat
yang disingakat PMB. Departemen ini berfokus pada pembinaan keterampilan kader
guna menunjang kebutuhan mahasiswa untuk mendapatkan akses dalam mengembangkan
potensi dan prestasi mahasiswa itu sendiri. Di satu sisi jika kita melihat
program yang dijalankan oleh departemen pendidikan minat dan bakat, Bidang ini
ternyata bukan hanya berfokus pada pembinaan bakat dan keterampilan mahasiswa
baik dibidang akademik maupun non akademik, tetapi mereka juga berfokus pada
pembinaan jasadiah kader melalui program riyadho atau olahraga dengan tujuan
menjadikan kader atau mahasiswa yang berkecimpung di dunia kampus memiliki
kesehatan bukan hanya dari segi spiritual tapi juga harus memiliki kesehatan dan
kekuatan dari segi fisik dan mental. Beberapa program juga yang cukup menarik
dan eksklusif untuk menarik minat mahasiswa dalam mengikuti program departemen
pendidikan minat dan bakat yaitu bimbingan belajar kepada mahasiswa peserta
SBMPTN, seminar pendidikan, info kampus dengan menyediakan akses layanan
informasi yang berhubungan dengan kebutuhan mahasiswa pada umumnya seperti info
kos-kosan, beasiswa dan lomba-lomba nasional yang berpeluang untuk menarik
mahasiswa dalam setiap program departemen PMB itu sendiri. Juga yang menjadi
program utama seperti pembinaan dan pelatihan akademik bagi mahasiswa dengan
menyediakan layanan kursus pelatihan karya tulis ilmiah serta pembinaaan baca
dan tulis Al-Qur’an sebagai bagian dari upaya untuk mengentaskan problem
mahasiswa yang berada di kampus itu sendiri akan kesadaran membaca Al-Qur’an
dan masih minimnya mahasiswa yang mampu untuk membaca Al-Qur’an dengan baik dan
benar. Untuk itu program ini digalakkan dan diupayakan sebagai bentuk pemenuhan
kebutuhan mahasiswa yang berada di kampus guna menunjang katerampilan, minat
dan bakat mahasiswa untuk menjadi pribadi mahasiswa yang berprestasi, unggul
dan berdaya saing di kampus untuk bisa membanggakan orang-orang disekitar
mereka bukan hanaya setelah mereka selesai dari bangku perkuliahan saja, tetapi
bisa juga membanggakan ketika mereka masih berstatus mahasiswa serta hal ini
juga sebagai upaya untuk meningkatkan pamor dan akreditas insitusi.
Jika
mengevaluasi program yang dilaksanakan oleh departemen pendidikan minat dan
bakat. Sebagai suatu organisasi haruslah kita kembali kepada tujuan dasar kita
tentang berdirinya organisasi tersebut. Kebanyakan organisasi melaksanakan
program kerjanya hanya sekedar untuk melaksanakan dan menuntaskan program yang
dibuat sehingga terkesan agenda yang dilaksanakan hanya bersifat seremonial.
Untuk itu, perlulah kita kembali pada esensi dasar berorganinasi yang sesungguhnya
yaitu untuk bermanfaat bagi orang lain.
Sebagai
salah satu langkah awal dalam membentuk program kerja patutlah organisasi itu
sendiri memiliki data terkait dengan kebutuhan mahasiswa ketika mereka berada
di kampus. Departemen PMB bisa melakukan riset kepada mahasiswa untuk
mengetahui apa yang menjadi kebutuhan mereka dan apa potensi yang ingin mereka
kembangkan selama berkuliah, agar supaya departemen PMB bisa menyusun program
kerja dan strategi yang cocok untuk bisa merekrut mahasiswa dan mahasiswi yang
berada di kampus tersebut. Menurut penulis departemen PMB haruslah memiliki
target yang relevan dengan substansi PMB itu sendiri, seperti target mahasiswa
non kader yang mengikuti program depatemen PMB dan hasil atau produk apa yang
dihasilkan (output) oleh departemen PMB dari program-program yang dilaksanakan
sebagai indikator dalam menunjang tujuan organisasi yang telah dibangun. PMB
sebagai wadah meningkatkan keterampilan mahasiswa juga seyogianya memiliki
program untuk menunjang prestasi kader sebagagai bentuk rebranding lembaga
dakwah kampus yaitu sebagai lembaga atau organisasi yang bisa mengharumkan nama
universitas. Hal tersebut bisa diatur dan direncanakan dalam rencana strategis
organisasi untuk mendukung keberlangsungan dan eksistensi lembaga dakwah kampus
kedepannya. Terakhir sebagai organisasi dakwah tidak lain dan tidak bukan
tujuannya untuk mengajak orang sebanyak-banyaknya untuk menjadi pribadi yang
baik dan islami. PMB bisa menjadi wadah yang sangat strategis untuk melakukan
dan mendukung proses recruitment organisasi lembaga dakwah kampus untuk tetap
mengajak dan membawa objek dakwah yang ditujunya menjadi pasukan-pasukan
kebaikan yang siap untuk menebarkan rahmat dan kebenaran dari ajaran Allah SWT.
Penulis adalah Mahasiswa Jurusan PPKn
FIS UNG, Kader LDK UNG, Staff Komisi A FSLDK ISIP Indonesia

Komentar
Posting Komentar