Dalam
suatu tataran struktur kelembagaan atau instansi. Aspek finansial menjadi
sesuatu yang sangat krusial untuk keberlangsungan aktivitas keorganisasian.
Poin ini menjadi sangat berarti karena sebagaimana yang telah kita ketahui,
segala sesuatu yang ada di muka bumi ini tidak ada yang bisa di dapatkan dengan
cuma-cuma. Setidaknya perlu ada pengorbanan yang bisa dikeluarkan untuk
mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, atau bagi sebagian besar orang mampu
untuk mendapatkan segala sesuatu karena memiliki kecukupan materi atau harta.
Artinya, sebagai makhluk ciptaan tuhan, kita harus senantiasa berusaha untuk
bisa mendapatkan materi demi menunjang segala kebutuhan baik yang sifatnya
mandiri maupun kolektif.
Pada
kesempatan kali ini penulis ingin membahas terkait urgensi perekonomian secara
general bukan secara khusus, dengan melihat aktivitas keorganisasian yang
berada di kampus merah maroon. Terlebih dahulu, penulis ingin mengungkapkan
pandangan penulis terkait organisasi kemahasiswaan di kampus penulis dalam hal
menjalankan roda organisasinya. Penulis berada di salahsatu fakultas yang cukup
terkenal dengan nilai historis yang cukup hebat. Penulis berpikir dengan adanya
nilai historis itu sepertinya tidak terlalu sulit untuk bisa mengembalikan
kejayaan yang ada di masa lalu, tetapi apa yang penulis harapkan tidak sesuai
dengan realita yang terjadi. Sulitnya mencapai nilai egaliter yang ada mungkin
menjadi salah satu factor karena nilai yang ditunjukkan sangat lekat dengan
budaya senioritas, bahkan dalam pengambilan keputusan dan kesepakatan
organisasi itu sebagian besar di intervensi oleh senior dengan dalih demi
kepentingan bersama, padahal itu semua hanyalah omong kosong belaka dengan
tujuan memenangkan hasrat pribadinya. Organisasi kemahasiswaan berada pada fase
yang cukup sulit, kenapa demikian? Kebanyakan mahasiswa menilai suatu
keberhasilan organisasi yang berada di kampus itu melalui event atau kegiatan
yang mereka laksanakan. Akan tetapi penulis menilai bahwa sebagian besar
organisasi kemahasiswaan hanya sekedar melaksanakan kegiatan yang sifatnya
seremonial, tanpa memperhatikan substansi dari manfaat suatu organisasi
terhadap lembaga. Dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya seremonial
itu terkadang organisasi mahasiswa hanya sekedar mengandalkan dana yang
diberikan oleh pihak kelembagaan dan melakukan donasi pengurus atau anggota
untuk mensukseskan kegiatan yang ingin mereka laksanakan, seakan-akan
organisasi hanya sebagai tempat untuk mengadakan kegiatan-kegiatan seremonial
semata tanpa memikirkan impact yang bisa diberikan kepada universitas untuk
kemajuan dan realisasi visi-misi dari universitas itu sendiri, serta peran dan
fungsi organisasi kemahasiswaan bagi mahasiswa yang ada. Untuk itu, organisasi
mahasiswa perlu melakukan rekonstruksi mindset keorganisasian agar supaya
organisasi yang berada di universitas mampu menjadi pendorong atau pionir dalam
hal pemberdayaan kreativitas dan prestasi mahasiswa serta sebagai mitra lembaga
untuk mendorong program dan visi-misi suatu universitas sesuai dengan tujuan
pokok yang menjadi dasar arah gerak kelembagaan.
Penulis
menilai bahwa untuk merealisasikan seluruh program kerja yang ada pada suatu
organisasi memang tidaklah mudah. Hal ini disebabkan karena salahsatunya yaitu
kebutuhan finansial yang kurang memadai guna untuk pemenuhan kebutuhan program
yang akan dilaksanakan. Untuk itu, organisasi perlu berpikir kreatif dan cermat
untuk memenuhi kebutuhan financial suatu organisasi. Organisasi dakwah kampus
ternyata telah melakukan itu untuk merealisasikan program-program mereka. Pada
sisi pemenuhan kebutuhan financial, ternyata mereka mempunyai wadah sendiri
untuk dapat menghasilkan uang sendiri dalam hal ini pemasukan melalui program
kewirausahaan yang dijalankan oleh departemen perekonomian. Langkah ini
sangatlah baik dilakukan karena menurut penulis apa yang dilaksanakan oleh
departemen perekonomian bukan hanya untuk memenuhi atau menambah kas dari
organisasi semata, akan tetapi ini juga bisa menjadi nilai edukasi kepada
mahasiswa akan pentingnya berwirausaha. Sehingga dengan berwirausaha kita dapat
menjadi pribadi yang mandiri, yang bisa memenuhi kebutuhan diri sendiri tanpa
harus bergantung pada orang lain. Di zaman seperti saat ini, kita tahu bersama
bahwa teknologi merupakan sesuatu yang sangat fungsional untuk dapat
dimanfaatkan oleh orang banyak dalam meraup keuntungan, salah satunya yaitu
bisnis online. Dengan kecanggihan teknologi dan tersedianya berbagai macam
platform media social juga pengguna media social yang begitu luar biasa
menjadikan ini sebagai peluang untuk organisasi dalam menghasilkan pundi-pundi
uang untuk dimanfaatkan dalam menjalankan roda keorganisasian. Tapi, sekedar
berwirausaha belum bisa memastikan bahwa kita mampu untuk bersaing dengan
wirausahawan lainnya. Perlu ada inovasi dan kreatifitas yang cukup untuk bisa
bersaing dalam mendapatkan keuntungan materi. Dengan adanya platform digital
ini juga menjadikan nilai pada sisi wirausaha bergeser, yang duluya
entrepeneurship menjadi technopreneurship, artinya akses teknologi informasi
dimanfaatkan untuk menghasilkan sesuatu. Ini yang perlu diperhatikan oleh departemen
perekonomian dalam menjalankan program bisnis yang ada di kampus.
Sistem
produksi dan pemasaran juga menjadi sesuatu yang cukup penting untuk bisa
mendukung terciptanya suatu system bisnis yang baik dan efektif. Untuk hal ini,
penulis belum terlalu memahami dan mendalami terkait dengan strategi bisnis
yang dijalankan. Akan tetapi, mentalitas dalam berwirausaha harus senantiasa
disalurkan oleh rekan-rekan yang berada di departemen perekonomian untuk bisa
menghasilkan suatu generasi yang mandiri. Sedikit penulis ingin menyinggung
terkait masalah intensitas dalam hal pengembangan produk bisnis dan aktivitas
berwirausaha. Menurut penulis organisasi terkhusus organisasi dakwah yang
berada di kampus harus senantiasa meningkatkan intensitas wirausahanya. Agar
hasil yang diperoleh bisa memenuhi kuantitas kebutuhan yang diperlukan. Bahkan,
kalau bisa hasil wirausaha yang dilaksanakan bisa mencapai surplus atau
melebihi kebutuhan yang diperlukan. Hal ini perlu diperhatikan agar dapat
memudahkan regenerasi yang akan datang serta dapat menunjang
kebutuhan-kebutuhan tambahan untuk memaksimalkan kerja organisasi. Sering
sekali penulis menjumpai banyak mahasiswa yang enggan untuk berwirausaha karena
terbatasnya kemampuan dalam hal menghasilkan produk atau alasan klasik seperti
sibuk kuliah dan alasan-alasan lain yang menurut penulis bukan menjadi hambatan
utama dalam menjalankan program wirausaha. Untuk itu organisasi perlu
menumbuhkan semangat dan mentalitas mahasiswa untuk dapat berbisnis dan
berwirausaha, agar mampu menciptakan mahasiswa-mahasiswa yang terampil dan
mandiri dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Organisasi dakwah kampus dengan
departemen perekonomian ternyata juga telah melaksanakan ini dengan kegiatan
kelas bisnis atau pelatihan wirausaha dan lain sebagainya yang dapat menunjang
kemampuan dan hasrat mahasiswa untuk menjadi mahasiswa yang produktif. Menurut
penulis hal ini sangat baik untuk keberlangsungan organisasi kedepan, karena
kita semua tahu bahwa setiap orang pasti ada zamannya dan disetiap zaman pasti
ada orangnya. Pelatihan wirausaha sangatlah baik untuk regenerasi kedepan karena
bisa jadi akan ada pewaris yang lebih hebat dan lebih mahir dalam berwirausaha
agar keseimbangan organisasi masih terus terjaga. Juga dengan program ini
sekiranya mampu menumbuhkan mentalitas dan kesadaran mahasiswa dalam
berwirausaha karena banyak sekali keuntungan yang bisa kita dapatkan dengan
berwirausaha, bukan hanya pemasukan dalam hal ini uang tapi pembelajaran
lainnya seperti bagaimana mencari strategi penjualan yang efektif, menyalurkan
hobi ke arah yang lebih bermanfaat dan bisa untuk meningkatkan daya juang
seseorang ketika mengalami suatu kegagalan dalam berwirausaha.
Terakhir
penulis ingin menyampaikan terkait dengan tujuan dalam berbisnis dan
berwirausaha. Sejatinya manusia yang baik ialah manusia yang bermanfaat bagi
orang lain. Untuk itu, niatkan semuanya untuk mencapai kebermanfaatan orang
lain karena sejatinya kita sebagai manusia tidak tahu kapan kita akan
membutuhkan orang lain dalam menyelesaikan perkara pribadi yang kita punya.
Berikutnya penulis ingin menyampaikan suatu pesan yang penulis dengar dari
seseorang yaitu mulailah sesuatu dari hal yang kalian sukai. Tekuni hal itu,
dan butlah sesuatu itu bisa mendatangkan materi bagi kalian. Satu hal lagi
ialah prinsip besar dalam berwirausaha yaitu bisa membuka lapangan pekerjaan
bagi orang banyak. Mungkin jika intensitas wirausaha dari organisasi
kemahasiswaan bisa ditingkatkan, ini akan bagus untuk menyalurkan kreatifitas
dan inovasi mahasiswa untuk dikembangkan dalam dunia wirausaha serta jika ini
terus menerus dan konsisten untuk dilakukan bukan tidak mungkin organisasi
mahasiswa bisa membuka toko, minimarket atau tempat makan dan lain sebagainya
untuk memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain sehingga nilai manfaat yang
menjadi tujuan itu bisa menyebar kepada masyarakat luas.
Penulis adalah Mahasiswa PPKn FIS UNG, Kader LDK UNG, Staff Komisi a Bid. Kaderisasi FSLDK ISIP Indonesia 2020

Komentar
Posting Komentar