Langsung ke konten utama

Inspirasi Masa Kini : (Catatan KE-LDK-AN 5: Perekonomian Kunci Kemandirian)


Oleh : Achmad Husein Hasni

Dalam suatu tataran struktur kelembagaan atau instansi. Aspek finansial menjadi sesuatu yang sangat krusial untuk keberlangsungan aktivitas keorganisasian. Poin ini menjadi sangat berarti karena sebagaimana yang telah kita ketahui, segala sesuatu yang ada di muka bumi ini tidak ada yang bisa di dapatkan dengan cuma-cuma. Setidaknya perlu ada pengorbanan yang bisa dikeluarkan untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, atau bagi sebagian besar orang mampu untuk mendapatkan segala sesuatu karena memiliki kecukupan materi atau harta. Artinya, sebagai makhluk ciptaan tuhan, kita harus senantiasa berusaha untuk bisa mendapatkan materi demi menunjang segala kebutuhan baik yang sifatnya mandiri maupun kolektif.

Pada kesempatan kali ini penulis ingin membahas terkait urgensi perekonomian secara general bukan secara khusus, dengan melihat aktivitas keorganisasian yang berada di kampus merah maroon. Terlebih dahulu, penulis ingin mengungkapkan pandangan penulis terkait organisasi kemahasiswaan di kampus penulis dalam hal menjalankan roda organisasinya. Penulis berada di salahsatu fakultas yang cukup terkenal dengan nilai historis yang cukup hebat. Penulis berpikir dengan adanya nilai historis itu sepertinya tidak terlalu sulit untuk bisa mengembalikan kejayaan yang ada di masa lalu, tetapi apa yang penulis harapkan tidak sesuai dengan realita yang terjadi. Sulitnya mencapai nilai egaliter yang ada mungkin menjadi salah satu factor karena nilai yang ditunjukkan sangat lekat dengan budaya senioritas, bahkan dalam pengambilan keputusan dan kesepakatan organisasi itu sebagian besar di intervensi oleh senior dengan dalih demi kepentingan bersama, padahal itu semua hanyalah omong kosong belaka dengan tujuan memenangkan hasrat pribadinya. Organisasi kemahasiswaan berada pada fase yang cukup sulit, kenapa demikian? Kebanyakan mahasiswa menilai suatu keberhasilan organisasi yang berada di kampus itu melalui event atau kegiatan yang mereka laksanakan. Akan tetapi penulis menilai bahwa sebagian besar organisasi kemahasiswaan hanya sekedar melaksanakan kegiatan yang sifatnya seremonial, tanpa memperhatikan substansi dari manfaat suatu organisasi terhadap lembaga. Dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya seremonial itu terkadang organisasi mahasiswa hanya sekedar mengandalkan dana yang diberikan oleh pihak kelembagaan dan melakukan donasi pengurus atau anggota untuk mensukseskan kegiatan yang ingin mereka laksanakan, seakan-akan organisasi hanya sebagai tempat untuk mengadakan kegiatan-kegiatan seremonial semata tanpa memikirkan impact yang bisa diberikan kepada universitas untuk kemajuan dan realisasi visi-misi dari universitas itu sendiri, serta peran dan fungsi organisasi kemahasiswaan bagi mahasiswa yang ada. Untuk itu, organisasi mahasiswa perlu melakukan rekonstruksi mindset keorganisasian agar supaya organisasi yang berada di universitas mampu menjadi pendorong atau pionir dalam hal pemberdayaan kreativitas dan prestasi mahasiswa serta sebagai mitra lembaga untuk mendorong program dan visi-misi suatu universitas sesuai dengan tujuan pokok yang menjadi dasar arah gerak kelembagaan.

Penulis menilai bahwa untuk merealisasikan seluruh program kerja yang ada pada suatu organisasi memang tidaklah mudah. Hal ini disebabkan karena salahsatunya yaitu kebutuhan finansial yang kurang memadai guna untuk pemenuhan kebutuhan program yang akan dilaksanakan. Untuk itu, organisasi perlu berpikir kreatif dan cermat untuk memenuhi kebutuhan financial suatu organisasi. Organisasi dakwah kampus ternyata telah melakukan itu untuk merealisasikan program-program mereka. Pada sisi pemenuhan kebutuhan financial, ternyata mereka mempunyai wadah sendiri untuk dapat menghasilkan uang sendiri dalam hal ini pemasukan melalui program kewirausahaan yang dijalankan oleh departemen perekonomian. Langkah ini sangatlah baik dilakukan karena menurut penulis apa yang dilaksanakan oleh departemen perekonomian bukan hanya untuk memenuhi atau menambah kas dari organisasi semata, akan tetapi ini juga bisa menjadi nilai edukasi kepada mahasiswa akan pentingnya berwirausaha. Sehingga dengan berwirausaha kita dapat menjadi pribadi yang mandiri, yang bisa memenuhi kebutuhan diri sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Di zaman seperti saat ini, kita tahu bersama bahwa teknologi merupakan sesuatu yang sangat fungsional untuk dapat dimanfaatkan oleh orang banyak dalam meraup keuntungan, salah satunya yaitu bisnis online. Dengan kecanggihan teknologi dan tersedianya berbagai macam platform media social juga pengguna media social yang begitu luar biasa menjadikan ini sebagai peluang untuk organisasi dalam menghasilkan pundi-pundi uang untuk dimanfaatkan dalam menjalankan roda keorganisasian. Tapi, sekedar berwirausaha belum bisa memastikan bahwa kita mampu untuk bersaing dengan wirausahawan lainnya. Perlu ada inovasi dan kreatifitas yang cukup untuk bisa bersaing dalam mendapatkan keuntungan materi. Dengan adanya platform digital ini juga menjadikan nilai pada sisi wirausaha bergeser, yang duluya entrepeneurship menjadi technopreneurship, artinya akses teknologi informasi dimanfaatkan untuk menghasilkan sesuatu. Ini yang perlu diperhatikan oleh departemen perekonomian dalam menjalankan program bisnis yang ada di kampus.

Sistem produksi dan pemasaran juga menjadi sesuatu yang cukup penting untuk bisa mendukung terciptanya suatu system bisnis yang baik dan efektif. Untuk hal ini, penulis belum terlalu memahami dan mendalami terkait dengan strategi bisnis yang dijalankan. Akan tetapi, mentalitas dalam berwirausaha harus senantiasa disalurkan oleh rekan-rekan yang berada di departemen perekonomian untuk bisa menghasilkan suatu generasi yang mandiri. Sedikit penulis ingin menyinggung terkait masalah intensitas dalam hal pengembangan produk bisnis dan aktivitas berwirausaha. Menurut penulis organisasi terkhusus organisasi dakwah yang berada di kampus harus senantiasa meningkatkan intensitas wirausahanya. Agar hasil yang diperoleh bisa memenuhi kuantitas kebutuhan yang diperlukan. Bahkan, kalau bisa hasil wirausaha yang dilaksanakan bisa mencapai surplus atau melebihi kebutuhan yang diperlukan. Hal ini perlu diperhatikan agar dapat memudahkan regenerasi yang akan datang serta dapat menunjang kebutuhan-kebutuhan tambahan untuk memaksimalkan kerja organisasi. Sering sekali penulis menjumpai banyak mahasiswa yang enggan untuk berwirausaha karena terbatasnya kemampuan dalam hal menghasilkan produk atau alasan klasik seperti sibuk kuliah dan alasan-alasan lain yang menurut penulis bukan menjadi hambatan utama dalam menjalankan program wirausaha. Untuk itu organisasi perlu menumbuhkan semangat dan mentalitas mahasiswa untuk dapat berbisnis dan berwirausaha, agar mampu menciptakan mahasiswa-mahasiswa yang terampil dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Organisasi dakwah kampus dengan departemen perekonomian ternyata juga telah melaksanakan ini dengan kegiatan kelas bisnis atau pelatihan wirausaha dan lain sebagainya yang dapat menunjang kemampuan dan hasrat mahasiswa untuk menjadi mahasiswa yang produktif. Menurut penulis hal ini sangat baik untuk keberlangsungan organisasi kedepan, karena kita semua tahu bahwa setiap orang pasti ada zamannya dan disetiap zaman pasti ada orangnya. Pelatihan wirausaha sangatlah baik untuk regenerasi kedepan karena bisa jadi akan ada pewaris yang lebih hebat dan lebih mahir dalam berwirausaha agar keseimbangan organisasi masih terus terjaga. Juga dengan program ini sekiranya mampu menumbuhkan mentalitas dan kesadaran mahasiswa dalam berwirausaha karena banyak sekali keuntungan yang bisa kita dapatkan dengan berwirausaha, bukan hanya pemasukan dalam hal ini uang tapi pembelajaran lainnya seperti bagaimana mencari strategi penjualan yang efektif, menyalurkan hobi ke arah yang lebih bermanfaat dan bisa untuk meningkatkan daya juang seseorang ketika mengalami suatu kegagalan dalam berwirausaha.

Terakhir penulis ingin menyampaikan terkait dengan tujuan dalam berbisnis dan berwirausaha. Sejatinya manusia yang baik ialah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Untuk itu, niatkan semuanya untuk mencapai kebermanfaatan orang lain karena sejatinya kita sebagai manusia tidak tahu kapan kita akan membutuhkan orang lain dalam menyelesaikan perkara pribadi yang kita punya. Berikutnya penulis ingin menyampaikan suatu pesan yang penulis dengar dari seseorang yaitu mulailah sesuatu dari hal yang kalian sukai. Tekuni hal itu, dan butlah sesuatu itu bisa mendatangkan materi bagi kalian. Satu hal lagi ialah prinsip besar dalam berwirausaha yaitu bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang banyak. Mungkin jika intensitas wirausaha dari organisasi kemahasiswaan bisa ditingkatkan, ini akan bagus untuk menyalurkan kreatifitas dan inovasi mahasiswa untuk dikembangkan dalam dunia wirausaha serta jika ini terus menerus dan konsisten untuk dilakukan bukan tidak mungkin organisasi mahasiswa bisa membuka toko, minimarket atau tempat makan dan lain sebagainya untuk memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain sehingga nilai manfaat yang menjadi tujuan itu bisa menyebar kepada masyarakat luas.

Penulis adalah Mahasiswa PPKn FIS UNG, Kader LDK UNG, Staff Komisi a Bid. Kaderisasi FSLDK ISIP Indonesia 2020                     

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aman karena Iman

Bismillah. Ini adalah buah dari kisah, pengalaman dari penulis dalam sajian obrolan yang sangat bermakna. Silahkan dibaca ya, teman". Aman karena Iman Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 09.30 WITA. Bergegas saya mendorong  motor saya yang ketika itu cedera salah satu ban rodanya. Tak lupa Kakak saya ikut serta menemani. Syukur, jarak bengkel dengan rumah tidak berjauhan, sehingga tak  butuh waktu dan tenaga lebih. Tapi yah, tetap terasa sedikit penat. Bagaimana tidak, saya mendorongnya seorang diri. Si Kakak cuma bantuin bawa roda yang baru mah. Singkat cerita, sepulang dari bengkel saya baru menyadari ternyata dompet saya hilang, jatuh entah di mana. Kakak mengatakan tidak ada sesuatu yang jatuh ketika itu. Saya pun bergegas, lari menuju rumah meninggalkan kakak yang masih dalam perjalanan pulang. Dan Alhamdulillah, saya menemukan dompet saya tergeletak di bawah kursi kerja.  Beriring dengan tibanya kakak saya di rumah, saya pun berkata padanya :...

Lebaran Ketupat, Nasi Bulu dan Kampung Jawa

                                                                                                                                  Oleh : Achmad Husein Hasni Gorontalo merupakan suatu daerah yang kaya akan sejarah, budaya dan warisan para leluhur yang sampai saat ini masih terjaga keindahannya. Secara historis Provinsi Gorontalo adalah daerah yang lebih dahulu merdeka dibandingkan Indonesia yaitu pada tahun 1942, dari hal tersebut Gorontalo membuktikan bahwa nilai perjuangan yang dibangun oleh para leluhur kita yang ada di Gorontalo sangatlah  luar biasa karena mampu menjadi ...

Sakit? Ayo Segera Bangkit!

Bismillah. Hai, sahabat Millennial Muslim. Siapa sih yang nggak pernah merasakan sakit? Kita semua pasti pernah merasakan ya. Kaum baperan langsung mikir nih  "Apalagi sakit melihat si dia bersama yang lain" . Yah, sakit nggak cuma tentang itu.   Kita masing-masing memiliki harapan, impian, capaian yang ingin diwujudkan. Dengan segala usaha, doa yang berpijak pada tekad kita lakukan demi sebuah impian kita. Tapi.. akankah dengan segera impian itu terwujud? yakin tanpa terpaan masalah dan problematika ? Tentu tidak. Sebegitu rinci, sebegitu teliti pun kita merencanakan pasti akan dihampiri oleh hambatan. Karena kita sebagai manusia pasti akan diuji oleh Allah. Kita hanya mampu merencanakan, berusaha mewujudkan. Adapun persoalan terwujud atau tidak, tercapai atau tidak itu bukan lagi kapasitas kita, melainkan kapasitas dari kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Kadang, hanya butuh beberapa langkah atau bahkan hanya satu langkah lagi kita meraih impian itu. Tapi nyatany...