Langsung ke konten utama

Inspirasi Masa Kini : (Catatan KE-LDK-AN 4: Daya Magis Kominfo)


Oleh : Achmad Husein Hasni

Perjuangan dalam menyebarkan nilai kebaikan ini setiap hari dan setiap saat berlanjut tanpa tahu kapan berhenti. Kekuatan visi dan aktualisasi strategi dalam mengimplementasikan nilai-nilai kebaikan masih tetap ada pada setiap sanubari yang menginginkan kemenangan di akhir perjuangannya. Pancaran kebahagiaan dan suka duka tumbuh di dalam hati setiap orang yang mendapatkan kemenangan hakiki. Untuk itu, perlu ada kekuatan dan kesadaran yang besar dalam menuntaskan apa yang menjadi visi dan niat tulus dari para pencari kemenangan. Sembari penulis mencari tentang hakikat perjuangan dari sajak di atas, penulis ingin menggambarkan salah satu hal yang juga menjadi motor dalam mempromosikan dan menyebarluaskan nilai kebaikan kepada khalayak.

Sekali lagi penulis tak henti-hentinya menulis catatan ini untuk keberlangsungan organisasi dengan misi kebaikan yang menjadi identitas utamanya. Banyak hal yang perlu diungkapkan dengan baik dan mendalam demi terciptanya suatu nilai pergerakan yang sifatnya sistemik untuk mendorong keinginan menuju masyarakat rabbani. Keahlian adalah salah satu kunci untuk mengoptimalisasi segala bentuk kerja yang dilaksanakan demi eksistensi suatu organisasi yang dibangun. Untuk itu pada kesempatan kali ini, penulis mencoba untuk menceritrakan salah satu bidang yang menurut penulis merupakan juru gedor utama pada organisasi ini sehingga kita akan melihat apa saja yang menjadi urgensi dari salah satu departemen ini untuk mengembangkan dan memperkenalkan nilai dan substansi idiologis dari organisasi yang dijalankan.

Seperti biasa dalam suatu organisasi jelas memiliki tupoksi sendiri dalam menunaikan tugas yang diembannya, sehingga proses pencarian tujuan itu akan memiliki kaidah yang tepat dalam sisi penerjemahan konsep dari kepala organisasi. Salah satu sektor yang ada pada organisasi dakwah di kampus yaitu HUMED atau Kominfo. Sebagai suatu organisasi tentu harus mempertahankan eksistensi bangunan struktural hierarki yang didirikannya, sebab dalam menjalankan misi yang diemban, orang-orang haruslah paham dan tertarik dari apa yang menjadi tujuan pokok bagi kelompok yang berada dalam organisasi tersebut. Maka dibutuhkan kerjasama dan keterampilan serta ide-ide kreatif untuk dapat mempromosikan suatu substansi nilai yang ingin diberikan kepada orang-orang yang menjadi objek dakwah ini.

Mungkin penulis sedikit ingin mengungkapkan penilaian penulis terhadap departemen Humed dan Kominfo yang menjadi bagian dalam struktur organisasi dakwah kampus yang berada di seluruh tanah air. Menurut penulis organisasi tanpa terkecuali bagaikan produk atau brand yang harus memiliki daya jual yang besar kepada orang-orang untuk memenuhi standarisasinya sesuai visi, misi dan arah gerak organisasi masing-masing. Sehingganya diperlukan satu bagian dari organisasi yang bertugas untuk meningkatkan daya jual dan menyebarkan produk ini untuk dapat dimanfaatkan dan diberdayakan sesuai dengan kebutuhan para pencari nilai kebaikan yang ada di muka bumi. Tentu yang menjadi prasyarat dalam bidang ini yaitu kemampuan kreatifitas dalam memodifikasi suatu ajakan atau panggilan kebaikan menjadi seuatu yang unik dan menarik serta penuh dengan nilai estetika, sehingga orang yang melihatnya menjadi terkesan untuk mencari tahu dan mengikuti aktifitas keorganisasian yang di jalankan.

Media atau Kominfo dalam organisasi dakwah kampus pada dasarnya adalah bagian dari cara untuk menyeru kepada jalan yang baik. Tentu ini sejalan dengan perkembangan zaman yang ada. Kita tahu bersama di era digitalisasi seperti yang kita lihat saat ini jelas memberikan kemudahan dan ketersediaan seluruh akses untuk kita melakukan promosi bahkan rebranding. Hal ini yang coba dimanfaatkan oleh departemen kominfo dalam menjalankan misi kebaikannya. Sebab kita perlu menyadari bahwa objek dakwah yang ada sudah masuk pada era milenial yang sangat dekat dengan teknologi, bahkan mungkin kita akan memasuki era disrupsi yang jelas harus pula diperhatikan oleh rekan-rekan Kominfo dalam menjalankan strategi dakwah dan promosi program organisasi yang ada.

Sedikit penilaian yang bisa penulis berikan kepada kominfo dan media yaitu terkait intensitas program yang dijalankan. Menurut penulis celoteh atau pesan-pesan nasihat yang dibuat sedemikian rupa untuk mengingatkan kepada orang lain tentang kebaikan memang bagus, tapi kita harus mencermati terkait dengan fungsi dari organisasi secara keseluruhan. Menurut penulis oraganisasi dakwah berfokus pada yang namanya rekrutmen. Setiap apa yang kita kerjakan tentu kita ingin ada yang bergabung dan bersama-sama dengan kita lagi untuk menjadi penambah kekuatan dan tentara yang siap dalam menyampaikan pesan kebaikan ini. Untuk itu perlu ada inovasi gila yang diluar batas kebiasaan dalam melakukan promosi dan rebranding terhadap organisasi dakwah dengan tetap memperhatikan nilai-nilai atau kaidah esensi organisasi yang dibangun. Seyogyanya lembaga dakwah harus dapat mengakomodir segala aspek yang dapat meningkatkan value dan daya jual untuk keberlangsungan dakwah di kampus tercinta. Maksud atau ide yang penulis ingin sampaikan terkait dengan inovsi gila yaitu Berkarya. Penulis mengambil contoh yaitu buku. Kita tahu bersama kita berada pada lingkungan akademik yang haus akan ide-ide dan karya-karya pikiran kritis untuk dapat di uji dan diaktualisasikan sebagai intisari dari ilmu pengetahuan. Menurut penulis dengan membuat buku maka akan meningkatkan elektabilitas organisasi dakwah kampus dalam menjalankan perannya sebagai promotor kebaikan dengan cita-cita yaitu membentuk leading peradaban di kampus yang ditempatainya. Zaman telah berubah dan kita harus sadar bahwa semua harus berperan sebagai promotor kebaikan demi untuk terciptanya generasi madani yang rabbani sebagai penerus perjuangan mandat suci yang ada di berbagai universitas. Untuk itu perlu ada sinergitas dalam mencapai suatu keteraturan visi dalam melaksanakan program organisasi dakwah kampus. Kita harus mencari daya magis dari teman-teman yang berada di Humed dan kominfo sebagai juru gedor dakwah yang ada di masing-masing universitas. Jelas ini bukan hal yang mudah, namun dengan kesadaran dan tekad yang kuat maka kita akan dapat menunaikan program kebaikan kita ini dan akan mencapai kemenangan seperti pembuka tulisan yang ada di atas.

Sebagai suatu organisasi jelas satu sama lain akan tetap saling membutukan untuk dapat saling menyukseskan dalam menjalankan program yang ada. Semua butuh sinergitas dan semua butuh rasa saling memahami untuk dapat membuat rangkaian perjalanan dakwah kampus yang bisa dikatakan sesuai keinginan. Humed dan Kominfo sebagai juru gedor dalam organisasi tentunya harus selalu menunjukkan daya magisnya kepada siapa saja agar dapat membumikan pesan kebaikan yang disampaikan. Untuk itu Humed dan Kominfo harus mempunyai regenerasi agar supaya orang-orang yang menyebarluaskan pesan kebaikan ini semakin hari bertambah dan tidak akan ada habisnya. Mereka akan menyebarluaskan pesan kebaikan ini melalui fotografi, vidiografi, dan poster-poster unik dengan ide kreatif mereka, serta dapat meningkatkan eksistensi untuk menyampaikan nilai kebaikan dengan cara milenial atau kekinian.

Terakhir pesan dan masukan yang ingin penulis sampaikan kepada Humed dan kominfo dalam hal kaderisasi. Kita tahu bersama bahwa setiap orang yang memiliki karya ingin mendapatkan sesuatu dari karya yang dibuat. Maka mungkin dalam hal kaderisasi perlu dipikirkan terkait dengan pengelolaan keahlian desain grafis bagi para kader dakwah maupun mahasiswa umum untuk dapat menciptakan ahli desain grafis yang professional dan komersil. Sehingga mereka bisa mendapatkan income atau pemasukan dari karya-karya yang mereka buat. Serta sekiranya organisasi dakwah kampus perlu mengatur kurikulum kemediaan yang ada baik di LDK maupun LDF, untuk dapat menciptakan keserasian ide dari nilai estetika yang dibangun, sehingga mampu mendorong daya magis kominfo lebih jauh lagi dan dapat menyebarluaskan pesan kebaikan ini lebih luas lagi kepada siapa saja yang Allah kehendaki untuk mendapatkan hidayah-Nya.
Penulis adalah Mahasiswa PPKn FIS UNG, Kader LDK UNG, Staff Komisi A Bid. Kaderisasi FSLDK ISIP Indonesia 2020     

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aman karena Iman

Bismillah. Ini adalah buah dari kisah, pengalaman dari penulis dalam sajian obrolan yang sangat bermakna. Silahkan dibaca ya, teman". Aman karena Iman Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 09.30 WITA. Bergegas saya mendorong  motor saya yang ketika itu cedera salah satu ban rodanya. Tak lupa Kakak saya ikut serta menemani. Syukur, jarak bengkel dengan rumah tidak berjauhan, sehingga tak  butuh waktu dan tenaga lebih. Tapi yah, tetap terasa sedikit penat. Bagaimana tidak, saya mendorongnya seorang diri. Si Kakak cuma bantuin bawa roda yang baru mah. Singkat cerita, sepulang dari bengkel saya baru menyadari ternyata dompet saya hilang, jatuh entah di mana. Kakak mengatakan tidak ada sesuatu yang jatuh ketika itu. Saya pun bergegas, lari menuju rumah meninggalkan kakak yang masih dalam perjalanan pulang. Dan Alhamdulillah, saya menemukan dompet saya tergeletak di bawah kursi kerja.  Beriring dengan tibanya kakak saya di rumah, saya pun berkata padanya :...

Lebaran Ketupat, Nasi Bulu dan Kampung Jawa

                                                                                                                                  Oleh : Achmad Husein Hasni Gorontalo merupakan suatu daerah yang kaya akan sejarah, budaya dan warisan para leluhur yang sampai saat ini masih terjaga keindahannya. Secara historis Provinsi Gorontalo adalah daerah yang lebih dahulu merdeka dibandingkan Indonesia yaitu pada tahun 1942, dari hal tersebut Gorontalo membuktikan bahwa nilai perjuangan yang dibangun oleh para leluhur kita yang ada di Gorontalo sangatlah  luar biasa karena mampu menjadi ...

Sakit? Ayo Segera Bangkit!

Bismillah. Hai, sahabat Millennial Muslim. Siapa sih yang nggak pernah merasakan sakit? Kita semua pasti pernah merasakan ya. Kaum baperan langsung mikir nih  "Apalagi sakit melihat si dia bersama yang lain" . Yah, sakit nggak cuma tentang itu.   Kita masing-masing memiliki harapan, impian, capaian yang ingin diwujudkan. Dengan segala usaha, doa yang berpijak pada tekad kita lakukan demi sebuah impian kita. Tapi.. akankah dengan segera impian itu terwujud? yakin tanpa terpaan masalah dan problematika ? Tentu tidak. Sebegitu rinci, sebegitu teliti pun kita merencanakan pasti akan dihampiri oleh hambatan. Karena kita sebagai manusia pasti akan diuji oleh Allah. Kita hanya mampu merencanakan, berusaha mewujudkan. Adapun persoalan terwujud atau tidak, tercapai atau tidak itu bukan lagi kapasitas kita, melainkan kapasitas dari kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Kadang, hanya butuh beberapa langkah atau bahkan hanya satu langkah lagi kita meraih impian itu. Tapi nyatany...