Oleh : Achmad Husein Hasni
Perjuangan
dalam menyebarkan nilai kebaikan ini setiap hari dan setiap saat berlanjut
tanpa tahu kapan berhenti. Kekuatan visi dan aktualisasi strategi dalam mengimplementasikan
nilai-nilai kebaikan masih tetap ada pada setiap sanubari yang menginginkan
kemenangan di akhir perjuangannya. Pancaran kebahagiaan dan suka duka tumbuh di
dalam hati setiap orang yang mendapatkan kemenangan hakiki. Untuk itu, perlu
ada kekuatan dan kesadaran yang besar dalam menuntaskan apa yang menjadi visi
dan niat tulus dari para pencari kemenangan. Sembari penulis mencari tentang
hakikat perjuangan dari sajak di atas, penulis ingin menggambarkan salah satu
hal yang juga menjadi motor dalam mempromosikan dan menyebarluaskan nilai
kebaikan kepada khalayak.
Sekali
lagi penulis tak henti-hentinya menulis catatan ini untuk keberlangsungan
organisasi dengan misi kebaikan yang menjadi identitas utamanya. Banyak hal
yang perlu diungkapkan dengan baik dan mendalam demi terciptanya suatu nilai
pergerakan yang sifatnya sistemik untuk mendorong keinginan menuju masyarakat
rabbani. Keahlian adalah salah satu kunci untuk mengoptimalisasi segala bentuk
kerja yang dilaksanakan demi eksistensi suatu organisasi yang dibangun. Untuk
itu pada kesempatan kali ini, penulis mencoba untuk menceritrakan salah satu
bidang yang menurut penulis merupakan juru gedor utama pada organisasi ini
sehingga kita akan melihat apa saja yang menjadi urgensi dari salah satu departemen
ini untuk mengembangkan dan memperkenalkan nilai dan substansi idiologis dari
organisasi yang dijalankan.
Seperti
biasa dalam suatu organisasi jelas memiliki tupoksi sendiri dalam menunaikan
tugas yang diembannya, sehingga proses pencarian tujuan itu akan memiliki
kaidah yang tepat dalam sisi penerjemahan konsep dari kepala organisasi. Salah
satu sektor yang ada pada organisasi dakwah di kampus yaitu HUMED
atau Kominfo. Sebagai suatu organisasi tentu harus mempertahankan
eksistensi bangunan struktural hierarki yang didirikannya, sebab dalam
menjalankan misi yang diemban, orang-orang haruslah paham dan tertarik dari apa
yang menjadi tujuan pokok bagi kelompok yang berada dalam organisasi tersebut.
Maka dibutuhkan kerjasama dan keterampilan serta ide-ide kreatif untuk dapat
mempromosikan suatu substansi nilai yang ingin diberikan kepada orang-orang
yang menjadi objek dakwah ini.
Mungkin
penulis sedikit ingin mengungkapkan penilaian penulis terhadap departemen Humed
dan Kominfo yang menjadi bagian dalam struktur organisasi dakwah kampus yang
berada di seluruh tanah air. Menurut penulis organisasi tanpa terkecuali
bagaikan produk atau brand yang harus memiliki daya jual yang besar kepada
orang-orang untuk memenuhi standarisasinya sesuai visi, misi dan arah gerak
organisasi masing-masing. Sehingganya diperlukan satu bagian dari organisasi
yang bertugas untuk meningkatkan daya jual dan menyebarkan produk ini untuk
dapat dimanfaatkan dan diberdayakan sesuai dengan kebutuhan para pencari nilai
kebaikan yang ada di muka bumi. Tentu yang menjadi prasyarat dalam bidang ini
yaitu kemampuan kreatifitas dalam memodifikasi suatu ajakan atau panggilan
kebaikan menjadi seuatu yang unik dan menarik serta penuh dengan nilai estetika,
sehingga orang yang melihatnya menjadi terkesan untuk mencari tahu dan
mengikuti aktifitas keorganisasian yang di jalankan.
Media
atau Kominfo dalam organisasi dakwah kampus pada dasarnya adalah bagian dari
cara untuk menyeru kepada jalan yang baik. Tentu ini sejalan dengan perkembangan
zaman yang ada. Kita tahu bersama di era digitalisasi seperti yang kita lihat
saat ini jelas memberikan kemudahan dan ketersediaan seluruh akses untuk kita
melakukan promosi bahkan rebranding. Hal ini yang coba dimanfaatkan oleh
departemen kominfo dalam menjalankan misi kebaikannya. Sebab kita perlu
menyadari bahwa objek dakwah yang ada sudah masuk pada era milenial yang sangat
dekat dengan teknologi, bahkan mungkin kita akan memasuki era disrupsi yang
jelas harus pula diperhatikan oleh rekan-rekan Kominfo dalam menjalankan
strategi dakwah dan promosi program organisasi yang ada.
Sedikit
penilaian yang bisa penulis berikan kepada kominfo dan media yaitu terkait
intensitas program yang dijalankan. Menurut penulis celoteh atau pesan-pesan
nasihat yang dibuat sedemikian rupa untuk mengingatkan kepada orang lain
tentang kebaikan memang bagus, tapi kita harus mencermati terkait dengan fungsi
dari organisasi secara keseluruhan. Menurut penulis oraganisasi dakwah berfokus
pada yang namanya rekrutmen. Setiap apa yang kita kerjakan tentu kita ingin ada
yang bergabung dan bersama-sama dengan kita lagi untuk menjadi penambah
kekuatan dan tentara yang siap dalam menyampaikan pesan kebaikan ini. Untuk itu
perlu ada inovasi gila yang diluar batas kebiasaan dalam melakukan promosi dan
rebranding terhadap organisasi dakwah dengan tetap memperhatikan nilai-nilai
atau kaidah esensi organisasi yang dibangun. Seyogyanya lembaga dakwah harus
dapat mengakomodir segala aspek yang dapat meningkatkan value dan daya jual untuk
keberlangsungan dakwah di kampus tercinta. Maksud atau ide yang penulis ingin
sampaikan terkait dengan inovsi gila yaitu Berkarya.
Penulis mengambil contoh yaitu buku. Kita tahu bersama kita berada pada
lingkungan akademik yang haus akan ide-ide dan karya-karya pikiran kritis untuk
dapat di uji dan diaktualisasikan sebagai intisari dari ilmu pengetahuan.
Menurut penulis dengan membuat buku maka akan meningkatkan elektabilitas
organisasi dakwah kampus dalam menjalankan perannya sebagai promotor kebaikan dengan
cita-cita yaitu membentuk leading peradaban di kampus yang ditempatainya. Zaman
telah berubah dan kita harus sadar bahwa semua harus berperan sebagai promotor
kebaikan demi untuk terciptanya generasi madani yang rabbani sebagai penerus
perjuangan mandat suci yang ada di berbagai universitas. Untuk itu perlu ada
sinergitas dalam mencapai suatu keteraturan visi dalam melaksanakan program
organisasi dakwah kampus. Kita harus mencari daya magis dari teman-teman yang
berada di Humed dan kominfo sebagai juru gedor dakwah yang ada di masing-masing
universitas. Jelas ini bukan hal yang mudah, namun dengan kesadaran dan tekad
yang kuat maka kita akan dapat menunaikan program kebaikan kita ini dan akan
mencapai kemenangan seperti pembuka tulisan yang ada di atas.
Sebagai
suatu organisasi jelas satu sama lain akan tetap saling membutukan untuk dapat
saling menyukseskan dalam menjalankan program yang ada. Semua butuh sinergitas
dan semua butuh rasa saling memahami untuk dapat membuat rangkaian perjalanan
dakwah kampus yang bisa dikatakan sesuai keinginan. Humed dan Kominfo sebagai
juru gedor dalam organisasi tentunya harus selalu menunjukkan daya magisnya
kepada siapa saja agar dapat membumikan pesan kebaikan yang disampaikan. Untuk
itu Humed dan Kominfo harus mempunyai regenerasi agar supaya orang-orang yang
menyebarluaskan pesan kebaikan ini semakin hari bertambah dan tidak akan ada
habisnya. Mereka akan menyebarluaskan pesan kebaikan ini melalui fotografi,
vidiografi, dan poster-poster unik dengan ide kreatif mereka, serta dapat
meningkatkan eksistensi untuk menyampaikan nilai kebaikan dengan cara milenial
atau kekinian.
Terakhir
pesan dan masukan yang ingin penulis sampaikan kepada Humed dan kominfo dalam
hal kaderisasi. Kita tahu bersama bahwa setiap orang yang memiliki karya ingin
mendapatkan sesuatu dari karya yang dibuat. Maka mungkin dalam hal kaderisasi
perlu dipikirkan terkait dengan pengelolaan keahlian desain grafis bagi para
kader dakwah maupun mahasiswa umum untuk dapat menciptakan ahli desain grafis
yang professional dan komersil. Sehingga mereka bisa mendapatkan income atau
pemasukan dari karya-karya yang mereka buat. Serta sekiranya organisasi dakwah
kampus perlu mengatur kurikulum kemediaan yang ada baik di LDK maupun LDF,
untuk dapat menciptakan keserasian ide dari nilai estetika yang dibangun,
sehingga mampu mendorong daya magis kominfo lebih jauh lagi dan dapat
menyebarluaskan pesan kebaikan ini lebih luas lagi kepada siapa saja yang Allah
kehendaki untuk mendapatkan hidayah-Nya.
Penulis adalah Mahasiswa PPKn FIS UNG, Kader LDK
UNG, Staff Komisi A Bid. Kaderisasi FSLDK ISIP Indonesia 2020 
Komentar
Posting Komentar