Langsung ke konten utama

Inspirasi Masa Kini : (Catatan KE-LDK-AN 3: Kemuslimahan itu “Sesuatu”)




Oleh : Achmad Husein Hasni

Menarik jika kita berbicara terkait organisasi dakwah maupun organisasi-organiasi dengan latar belakang keagamaan lainnya yang ada di Indonesia, dimana hampir semua organisasi dengan asas keislaman memiliki ciri yang sama atau hampir identik pada sisi ornament dan komposisi susunan struktur organisasinya. Akan tetapi semua itu sangatlah wajar karena dengan asas yang sama maka akan melahirkan suatu substansi subjek miniatur organisasi yang hampir sama pula, tidak terkecuali pada model organisasinya. Salah satu yang paling menarik bagi penulis yaitu terkait dengan bidang kemuslimahan. Hampir rata-rata disetiap organisasi yang menganut asas non tunggal pasti memiliki wadah tersendiri bagi perempuan atau yang mereka sebut muslimah dalam menjalankan misinya sendiri. Bukan hanya terjadi di organisasi dakwah kampus saja, tetapi hampir diseluruh organisasi kemahasiswaan  external kampus juga memiliki bidang ini, tentu bidang ini hanya dimiliki oleh organisasi yang memiliki asas organisasi lebih dari satu dan beridiologikan Islam.

Penulis akan sedikit menceritakan pengalaman penulis pada saat bergabung di organisasi keislaman yang ada di kampus yaitu LDK. Sebagai orang yang belum mengenal apa itu dakwah dan apa itu organisasi dakwah. Penulis mencoba untuk melakukan analisis secara pribadi terkait strategi dalam melakukan perekrutan. Penulis ingin sedikit mengkomparasikan tulisan ini dengan tulisan dari Ari Maulana pada bukunya yang berjudul “Reformasi Dakwah Kampus”. Pada saat beliau masih menjabat sebagai ketua LDK Salam UI beliau mencoba untuk melakukan penelitian atau pengumpulan data dengan cara menyebarkan angket kepada mahasiswa perempuan yang ada di kampusnya. Data yang beliau ambil yaitu berapa banyak mahasiswi UI muslim yang belum memakai hijab dan belum memakai hijab yang memenuhi kaidah syar’i. Selain itu beliau juga mencoba untuk mengumpulkan alasan terkait dengan mahasiswi yang belum memakai hijab atau mahasiswi yang melepas hijabnya serta konten dakwah apa yang diperlukan oleh wanita khususnya mahasiswi, agar supaya sesuai dengan kebutuhan para perempuan umumnya dan khususnya para mahasiswi. Saya mencermati hal ini harus perlu dilakukan oleh LDK khususnya departemen kemuslimahan untuk bisa menyentuh objek dakwah yang akan dituju. Sementara itu di satu sisi, jika penulis melihat realitas yang terjadi dilapangan terkait dengan dakwah kemuslimahan. Sejatinya para muslimah sudah cukup kreatif dalam mengembangkan dakwahnya kepada mahasiswi. Seperti melaksanakan suatu kegiatan diskusi yang berkaitan dengan kemuslimahan ditambah departemen kemuslimahan dalam menarik mahasiswi atau muslimah untuk masuk ke organisasi dakwah kampus, mereka mengadakan yang namanya pemberian hadiah atau apresiasi seperti memberikan hijab dan lain sebagainya dengan bungkusan atau kemasan yang cantik kepada para anggota muslimah yang lain atau bagi mahasiswi yang baru berhijab. Ada juga penulis melihat setiap tahun departemen kemuslimahan organisasi dakwah kampus juga sangat aktif dan masif dalam melaksanakan aksi social seperti memperingati hari memakai jilbab internasional dengan cara mengelilingi kampus dan jalan raya sebagai bentuk promosi dan aksi social untuk mengajak mahasiswi dan masyarakat umum khususnya perempuan untuk senantiasa memakai jilbab dengan kaidah yang syar’i. Akan tetapi hal ini jangan sampai cuman sekedar kegiatan euforia belaka yang bahkan tidak mampu untuk menyentuh objek dakwah yang ingin dituju jika organisasi ini tidak memilki data dan pengalaman empiris yang rill terhadap kondisi yang dibutuhkan perempuan untuk menjadi muslimah yang sejati. Kata Ari Maulana perlu ada langkah yang sistematis, tersruktur dan massif dalam menjalankan misi yang telah menjadi program dan grand design kemuslimahan sebagai motor dakwah untuk perempuan yang ada di kampus masing-masing.

Disini penulis mencoba untuk menganalisis terkait dengan kemuslimahan. Sempat timbul pertanyaan di dalam pikiran terkait dengan pemisahan golongan wanita dalam satu struktur organisasi tertentu dan pengkhususan terkait dengan kemuslimahan. Penulis mencoba untuk menarik dari salah satu hadis yang berbunyi. Rasulullah SAW bersabda, “Wanita adalah tiang negara, apabila baik wanita maka baiklah negara, dan apabila rusak wanita, maka rusaklah negara” (HR. Muslim). Dari hadis tersebut sangatlah jelas bahwa regenerasi atau superioritas suatu peradaban ada di tangan wanita, hal ini amatlah jelas karena wanita memiliki fitrah mengandung dan melahirkan manusia ke muka bumi sebagai pelanjut dan penerus generasi sebelumnya. Maka sangatlah penting bagi kita semua untuk menjaga marwah dan kehormatan wanita dalam menjalani perannya sebagai manusia yang tentu memiliki hak yang sama dengan pria. Untuk itu sangat perlu bagi departemen kemuslimahan dalam menentukan factor atau karakter muslimah untuk dapat menjadikan perempuan-perempuan yang ada di luar sana menjadi wanita-wanita sejati yang kuat dan dapat melahirkan pelanjut estafet perjuangan untuk menegakkan syariat islam. Ari maulana dalam bukunya yang berjudul “Reformasi Dakwah Kampus” halaman 95 menuliskan terdapat tiga karakter utama sebagai muslimah dalam menjalankan perannya yaitu menjadi Mar’atus Sholihat ( perempuan sholihah), Jauzatul Muthiah (istri yang taat), dan Ummul Madrasah (sekolah peradaban bagi anak-anaknya). Tentu ini harus dikelola secara baik oleh kemuslimahan, bukan hanya dalam program kerja dakwah saja tapi bagaimana caranya untuk dapat melaksanakan program dengan menyentuh objek dakwahnya secara sistematis, terstruktur dan masif.

Kita tentu tahu bahwa kita telah masuk pada era digitalisasi bahkan sedikit lagi kita akan meninggalkan itu dan akan menghadapi era robot yang disebut dengan human society 5.0. Semakin hari permasalahan yang ada pada wanita semakin kompleks. Kita masih ingat zaman dulu adanya gerakan emansipasi wanita dimana kedudukan wanita sama halnya dengan kedudukan pria. Anggapan bahwa perempuan tidak bisa mengerjakan pekerjaan laki-laki di zaman sekarang merupakan sesuatu yang sudah tidak berlaku lagi karena realitas yang ada membuktikan bahwa laki-laki dan perempuan mampu untuk mengerjakan apapun segala bentuk pekerjaan yang ada sehingga tidak ada lagi dikotomi antara pria dan wanita. Tetapi dengan fitrah perempuan sebagai manusia yang melahirkan generasi penerus untuk bangsa, maka sudah sepatutnya perempuan utamanya muslimah memiliki derajat yang tinggi dimuka bumi. Dengan hal itu maka muslimah menjadi sesuatu yang istimewa dan bagi depatemen kemuslimahan yang berada pada organisasi dakwah harus senantiasa mengoptimalisasi dan memperbaharui keinginan para objek dakwahnya sehingga dapat membentuk 3 karakter muslimah yang akan menjadi mesin regenerasi yang kuat untuk keberlangsungan superioritas peradaban yang cemerlang.

Satu hal lagi penulis ingin memberikan masukan kepada kemuslimahan dalam upaya aktualisasi nilai karakter kemuslimahan bagi para mahasiswi. Sejatinya sebagai sesama perempuan jelas memiliki intuisi yang sama, apalagi ditengah perkembangan zaman yang ada, permasalahan yang dihadapi oleh perempuan jelas semakin kompleks, mulai dari diskriminasi, stigma patriarki sampai pada pelecehan seksual. Hal ini yang harus ditanggulangi oleh para aktivis dakwah kampus di departemen kemuslimahan untuk senantiasa menjalankan program dakwahnya secara komprehensif dan dapat mengelola objek dakwahnya secara baik sekaligus mencari strategi-strategi jitu untuk dapat mengajak mereka pada kebaikan. Salah satu caranya adalah bekerjasama dengan para komunitas perempuan yang aktif di masyarakat untuk dapat membela aspirasi kaum perempuan, juga bekerjasama dengan pihak pemerintahan yang mempunyai tugas khusus dalam hal pemberdayaan wanita, untuk supaya bisa lebih memperluas strategi dakwahnya sehingga mampu membentuk karakter muslimah sholihah yang istimewa sebagai mesin regenerasi peradaban. Terkahir tulisan ini akan penulis tutup dengan hadis yang diriwayatkan oleh imam muslim dimana menurut penulis islam merupakan agama yang sangat menghargai wanita bahkan menempatkan wanita berada pada derajat yang mulia. Untuk itu sebagai sesama manusia patutlah kita menghargai sesama makhluk ciptaan tuhan terutama menghargai wanita sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah.
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah” (HR. Muslim)

Penulis adalah Mahasiswa Prodi PPKn FIS UNG, Kader LDK UNG, Staff Komisi A Bid. Kaderisasi FSLDK ISIP Indonesia 2020   

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aman karena Iman

Bismillah. Ini adalah buah dari kisah, pengalaman dari penulis dalam sajian obrolan yang sangat bermakna. Silahkan dibaca ya, teman". Aman karena Iman Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 09.30 WITA. Bergegas saya mendorong  motor saya yang ketika itu cedera salah satu ban rodanya. Tak lupa Kakak saya ikut serta menemani. Syukur, jarak bengkel dengan rumah tidak berjauhan, sehingga tak  butuh waktu dan tenaga lebih. Tapi yah, tetap terasa sedikit penat. Bagaimana tidak, saya mendorongnya seorang diri. Si Kakak cuma bantuin bawa roda yang baru mah. Singkat cerita, sepulang dari bengkel saya baru menyadari ternyata dompet saya hilang, jatuh entah di mana. Kakak mengatakan tidak ada sesuatu yang jatuh ketika itu. Saya pun bergegas, lari menuju rumah meninggalkan kakak yang masih dalam perjalanan pulang. Dan Alhamdulillah, saya menemukan dompet saya tergeletak di bawah kursi kerja.  Beriring dengan tibanya kakak saya di rumah, saya pun berkata padanya :...

Lebaran Ketupat, Nasi Bulu dan Kampung Jawa

                                                                                                                                  Oleh : Achmad Husein Hasni Gorontalo merupakan suatu daerah yang kaya akan sejarah, budaya dan warisan para leluhur yang sampai saat ini masih terjaga keindahannya. Secara historis Provinsi Gorontalo adalah daerah yang lebih dahulu merdeka dibandingkan Indonesia yaitu pada tahun 1942, dari hal tersebut Gorontalo membuktikan bahwa nilai perjuangan yang dibangun oleh para leluhur kita yang ada di Gorontalo sangatlah  luar biasa karena mampu menjadi ...

Sakit? Ayo Segera Bangkit!

Bismillah. Hai, sahabat Millennial Muslim. Siapa sih yang nggak pernah merasakan sakit? Kita semua pasti pernah merasakan ya. Kaum baperan langsung mikir nih  "Apalagi sakit melihat si dia bersama yang lain" . Yah, sakit nggak cuma tentang itu.   Kita masing-masing memiliki harapan, impian, capaian yang ingin diwujudkan. Dengan segala usaha, doa yang berpijak pada tekad kita lakukan demi sebuah impian kita. Tapi.. akankah dengan segera impian itu terwujud? yakin tanpa terpaan masalah dan problematika ? Tentu tidak. Sebegitu rinci, sebegitu teliti pun kita merencanakan pasti akan dihampiri oleh hambatan. Karena kita sebagai manusia pasti akan diuji oleh Allah. Kita hanya mampu merencanakan, berusaha mewujudkan. Adapun persoalan terwujud atau tidak, tercapai atau tidak itu bukan lagi kapasitas kita, melainkan kapasitas dari kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Kadang, hanya butuh beberapa langkah atau bahkan hanya satu langkah lagi kita meraih impian itu. Tapi nyatany...