Menjadi seorang pemimpin, tentu harus memiliki karakter. Seperti saya misalnya. Hehe, nggak bercanda ya. Qodarullah, saya diamanahkan menjadi ketua dari sebuah organisasi di Universitas Negeri Gorontalo. Organisasi ini tersebar di seluruh fakultas di lingkungan kampus UNG. Saya sendiri berada di ranah Fakultas Ekonomi. Jujur, nggak nyangka, kok bisa saya dipilih menjadi seorang ketua. Padahal saya hanya seorang yang pemalu dan pendiam. Hayo? beneran nggak nih? (tanya netizen). Hehe. Benar kok. Ya karena berpegang pada prinsip sami'na wa atho'na, saya mah terima saja. InsyaAllah ini jalan yang terbaik untuk saya. And I believe it. Nggak harus syok gitu, apa lagi sujud syukur and anything. Ini amanah! Bukan untuk dibanggakan apalagi untuk ditinggalkan, tapi untuk dilaksanakan!. Sampai sini jelas?. Hm..
Okay, teman-teman. Kali ini saya mau berbagi sesuatu yaitu tentang "The Different 11". Apa sih itu?. Jadi ini tuh, isinya tentang penilaian saya bagaimana cara memimpin dari 11 sosok figur seorang ketua dalam organisasi dakwah yang tersebar di masing-masing fakultas. Berhubung saya berteman dengan mereka, jadi akan saya tuliskan bagaimana saya melihat karakter mereka masing-masing. Tentu ini berupa opini ya. Silakan dikoreksi kalau ada distraksi. Hehe. Next, saya mulai aja ya, dari yang pertama.
Oh ya, sub-subnya sesuai dengan tagar dari masing-masing ya. Biar nggak langsung tahu organisasinya yang mana, biar ada rahasia-rahasisa gitu. Haha.
(1) Semangat Menginspirasi Baiklah sosok figur ketua yang pertama berasal dari Fakultas Ilmu Sosial. Namanya Achmad. Dia seangkatan juga dengan saya, hanya beda fakultas saja. Then, langsung saja menurut saya cara dia memimpin keereen banget.. haha, lebay saya mah. Ya, dari saya lihatnya sih begitu. Bagaimana dia bisa mengarahkan dan menginspirasi anggota-anggotanya. Dibungkus dengan nalar kritisnya sebagai seorang yang menggeluti ilmu sosial, ia mampu mengarahkan anggotanya, mana yang harus dilakukan, mana yang tidak. Menjadi seorang yang menginspirasi, tepat sekali dengan tagarnya. Hm.. Tak mau membatasi ruang kreasi, dia pun menerbitkan tulisan-tulisan mulai dari blog hingga dimuat di media cetak juga menjadi partisipan dalam lomba-lomba nasional. Keren bukan?. Jadi, karakternya lekat dengan bidangnya, ilmu sosial. Huh, apalagi bicara soal politik, sajian enak menurutnya. Haha. Dia juga bisa dikatakan sebagai koordinator atau bapaknya dari ketua-ketua, kami kadang panggilnya begitu. Baik, itu untuk figur yang pertama ya.
Selanjutnya (2) Inspiring Millennials. Figur ketua yang berikutnya datang dari seorang yang bergelut dalam ilmu hukum, ya tepatnya Fakultas Hukum. Namanya Nandar. Menurut saya, dia orangnya banyak memberikan dan menyampaikan aspirasi, ide, saran dan masukkan yang bersifat membangun. Meski jumlah mahasiswa di fakultas hukum yang masih terbilang sedikit karena hanya ada satu jurusan saja, tak menyurutkan semangatnya bahkan memotivasinya untuk menggait kader-kader dakwah yang tangguh. Baru-baru ini, dia telah menggagas dan melaksanakan kegiatan yang terbilang besar di fakultas hukum. Pokoknya best lah, semangatnya, aspirasi dan gagasannya banyak lahir dari sosok ketua ini, akhi Nandar. Then, yang berikutnya (3) Edukator Kebajikan. Berasal dari Fakultas Ilmu Pendidikan, seorang yang cukup humoris menjadi khasnya berbeda dari yang lainnya. Dia familiar disapa dengan panggilan Jamal. Jamal ini, saya lihat orangnya cukup humoris ya. Tapi di balik sikap humornya, dia memiliki sikap yang tegas loh. I'm sure about it. Sempat kulihat postingan WA dari salah seorang kader/anggotanya, terlihat kalimatnya dalam sebuah obrolan WA yang isinya memotivasi anggota-anggotanya. Don't judge the book by the cover. Kalimat ini nyatanya terbukti dari sosok seorang ketua dari FIP ini. Berikutnya (4) Satu Jiwa, Berjuta Aksi. Figur ketua selanjutnya datang dari Fakultas MIPA. Namanya, Furqon. Nah, kalau ini adik angkatan. Kalau saya 17, dia 18. Awal saya kenal, ingat jelas sosok Furqon ini, ketika bertemu dalam satu kompetisi yang diadakan di tingkat universitas. Saat itu saya dan tim dari FE melawan tim dari FMIPA dan satu tim lagi saya lupa dari fakultas apa. Dan kalian tahu? ternyata di tim FMIPA itu ada Furqon salah satu anggotanya. And finally, kami dari FE kalah di babak awal. Anak MIPA mah hebat-hebat ya. Dengan ini dapat dilihat, kalau Furqon itu orangnya cerdas. Kalau nggak salah sampai final tingkat universitas juga. Kini, karena amanah ini menjadi bisa lebih dekat. Bahkan sekarang saya setim dengannya dalam sebuah kompetisi. Saya tahu bagaimana kapasitasnya. Saya yakin, dengan kecerdasan yang dia miliki dapat menjadi booster untuk menjalankan roda dakwah di FMIPA. Dia juga aktif di HMPS ataupun HMJ. Semangat!.
Oke lanjut.. masih mau lanjut nggak nih? Baca terus kalau masih mau.. hehe. Di urutan ke (5) Peduli dan Menginspirasi. Berasal dari Fakultas Olahraga dan Kesehatan. Seorang dengan perbekalan ilmu agama yang terbilang cukup luas. MasyaAllah, bener dah. Kafaah keilmuannya sungguh luas. Mau itu bahasa Arab, tahsin, dll pokoknya ada sama dia. Tercermin dalam kefasihannya menyampaikan materi ketika dalam diskusi bersama. Oh iya, saya lupa kenalkan namanya. Familiar disapa dengan panggilan Ramdan. Saya mengurutkan Ramdan setelah Furqon, karena menurut saya mereka berdua seperti kakak adik. Hehe. Yang saya bilang sebelumnya setim dengan Furqon, juga dengan Ramdan. Jadi bisa dibilang, Ramdan dan Furqon ini sering bersama, seakan kakak beradik. Oh iya, satu lagi, suara Ramdan sangat merdu loh. Nggak heran sering jadi pembaca tilawah pada pembukaan acara. Keren kan?. Saya yakin, Ramdan dapat menumpuk segudang prestasi sebagai bentuk peduli dan menginspirasi. Ini sebagai bentuk kontribusinya membangun organisasi yang diketuainya. Selanjutnya yang ke (6) Memetik dan Menuai Kebaikan. Tagarnya keren ya. Tahu dari fakultas apa? jelas kok di redaksi kalimatnya. Ya, dia berasal dari Fakultas Pertanian. Namanya Subandi atau juga sering disapa Bandi. Bandi ya, bukan Bandit. Kalau bandit mah agen kejahatan, tapi kalau Bandi ini agen kebaikan. Cielah.. Kalau Bandi, saya kagum terhadap karismatiknya merekrut kader-kader yang banyak. Adik-adik mentornya ituloh, MasyaAllah banyak. Semangat terus ya Bandi, banyakin terus kadernya.
(7) Generasi Berbudaya & Berakhlak Mulia. Eh, btw bener nggak itu tagarnya? Koreksi ya kalau salah. Nah, figur ketua selanjutnya berasal dari Fakultas Sastra dan Budaya. Hmm.. saya mau bilang apa ya? Dari namanya aja deh. Familiar disapa dengan Zulkifli atau Zul. Hm.. pokoknya keren deh. Anak sastra dan budaya saya rasa pasti keren. Saya pun menulis ini, ya karena saya tertarik dengan yang namanya "sastra". Haha, maaf ya akhi Zul, saya nggak bisa bahas banyak, pokoknya antum keren deh.. Banyakin lagi kader-kader tangguhnya ya. Semangat!. Next yang ke (8) Bersinergi Bersama. Ini nih, hampir lupa saya mah. Nah, yang kedelapan ini dari Fakultas Teknik. Wih.. garang nggak nih? Kakak-kakak gondrong?. Haha.. nggak kok. Eh tapi biarpun dikenal kader-kadernya yang gondrong, mereka baik-baik kok. Cuma memang kelihatan garang aja.. haha. Oh iya, nama ketuanya, Agustian. Saya sering panggil dia dengan nama itu. Hanya seringnya dipanggil juga dengan panggilan Baco. Kalau si Agustian ini, pasti kalian tahukan gimana skill orang-orang teknik. Yap, teknik desain grafisnya itu loh, keren bet dah pokoknya. Nggak cuma itu, desain web, editor semuanya dilibas. Makanya nggak heran, syiar-syiar dari organisasinya melambung tinggi, menggapai hati orang-orang. Wih.. keren banget kan. Then, orangnya juga aktif banget di HMPS, HMJ, Senat, dll.
Lanjut... eh, bosan apa nggak nih, kawan-kawan? Kalau udah jenuh, ya ditangguhkan dulu bacanya atuh. Hehe.. (9 & 10) ..... Kok 9 & 10? Ada sesuatu yang spesial gitu? Ada loh.. urutan ke-9 & 10 saya gabungkan, karena dua figur ketua dari dua organisasi memiliki kesamaan nama. Yap, mereka berdua sama-sama bernama Ilham. Saya panggilnya Ilham Candra sama dok. Ilham aja deh ( dok(ter)? Nanti baca ajalah). Ilham Candra, ketua organisasi dakwah di ranah Fakultas Perikanan dan Kelautan. Jujur sih, saya juga belum terlalu sering berinteraksi dengannya. Hanya saya lihatnya, meski dia angkatan paling adik (19) tapi jiwa kepemimpinannya telah ditampakkan. Dapat dilihat bagaimana organisasinya jauh melesat berkembang dari sebelumnya. Frekuensi syiarnya lebih meningkat. Keren bukan? Semangat terus ya akh Ilham. Selanjutnya dok. Ilham. Kenapa ya ada kata doknya? Jelas, karena Ilham yang kedua ini berasal dari Fakultas Kedokteran. Sama seperti Ilham satu, saya pun belum terlalu banyak berinteraksi dengan Ilham dari FK ini. Oh iya, untuk organisasi yang di FK ini baru dibentuk. Meski begitu, geliat awal mereka sudah terlihat cukup melejit. Ini tak heran, karena difasilitasi oleh dukungan universitas. Dilantik langsung oleh Pak Rektor UNG. Semangat buat akh Ilham kedokteran, lejitkan syiar-syiar Islam di Fakultas Kedokteran. Because this is chance.. pada akhirnya orang yang terkenal dengan kaum elitepun sanggup mengemban amanah dakwah.
Nah, itulah tulisan saya yang cukup panjang ya. Udah pada tahukan bagaimana karakter mereka, figur-figur ketua yang telah saya deskripsikan di atas. Punya khas masing-masing kan ya?. Ada yang latar belakangnya ilmu sosial, ada hukum, sastra dan banyak lagi. Meski dengan berbeda dalam ranah tapi kita tetap satu dalam dakwah. Bener nggak? Walaupun dengan latar belakang keilmuan, karakter yang berbeda tetap tujuannya nggak berubah dan tetap satu : "Menyeru pada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar".
Demikian tulisan saya kali ini. Kalau ada yang salah mohon dikoreksi ya. InsyaAllah tulisan ini memberikan manfaat walau sekecil apapun itu. Cukuplah itu yang menjadi harapan terbesar penulis..
.....
Eh, btw judulnya The Different 11, tapi kenapa ya cuma sampai urutan 10? (tanya pembaca). Masih kurang satu ya.. yang ke-11? kalau teman-teman tahu yang satunya lagi, mohon dideskripsikan di kolom komentar ya. Nanti saya akan tambahkan dalam tulisan ini. Boleh ya?. InsyaAllah..
Hadanallahu wa iyyakum.
Selasa, 24 Maret 2020.
00.19 WITA.
@kir
Selanjutnya (2) Inspiring Millennials. Figur ketua yang berikutnya datang dari seorang yang bergelut dalam ilmu hukum, ya tepatnya Fakultas Hukum. Namanya Nandar. Menurut saya, dia orangnya banyak memberikan dan menyampaikan aspirasi, ide, saran dan masukkan yang bersifat membangun. Meski jumlah mahasiswa di fakultas hukum yang masih terbilang sedikit karena hanya ada satu jurusan saja, tak menyurutkan semangatnya bahkan memotivasinya untuk menggait kader-kader dakwah yang tangguh. Baru-baru ini, dia telah menggagas dan melaksanakan kegiatan yang terbilang besar di fakultas hukum. Pokoknya best lah, semangatnya, aspirasi dan gagasannya banyak lahir dari sosok ketua ini, akhi Nandar. Then, yang berikutnya (3) Edukator Kebajikan. Berasal dari Fakultas Ilmu Pendidikan, seorang yang cukup humoris menjadi khasnya berbeda dari yang lainnya. Dia familiar disapa dengan panggilan Jamal. Jamal ini, saya lihat orangnya cukup humoris ya. Tapi di balik sikap humornya, dia memiliki sikap yang tegas loh. I'm sure about it. Sempat kulihat postingan WA dari salah seorang kader/anggotanya, terlihat kalimatnya dalam sebuah obrolan WA yang isinya memotivasi anggota-anggotanya. Don't judge the book by the cover. Kalimat ini nyatanya terbukti dari sosok seorang ketua dari FIP ini. Berikutnya (4) Satu Jiwa, Berjuta Aksi. Figur ketua selanjutnya datang dari Fakultas MIPA. Namanya, Furqon. Nah, kalau ini adik angkatan. Kalau saya 17, dia 18. Awal saya kenal, ingat jelas sosok Furqon ini, ketika bertemu dalam satu kompetisi yang diadakan di tingkat universitas. Saat itu saya dan tim dari FE melawan tim dari FMIPA dan satu tim lagi saya lupa dari fakultas apa. Dan kalian tahu? ternyata di tim FMIPA itu ada Furqon salah satu anggotanya. And finally, kami dari FE kalah di babak awal. Anak MIPA mah hebat-hebat ya. Dengan ini dapat dilihat, kalau Furqon itu orangnya cerdas. Kalau nggak salah sampai final tingkat universitas juga. Kini, karena amanah ini menjadi bisa lebih dekat. Bahkan sekarang saya setim dengannya dalam sebuah kompetisi. Saya tahu bagaimana kapasitasnya. Saya yakin, dengan kecerdasan yang dia miliki dapat menjadi booster untuk menjalankan roda dakwah di FMIPA. Dia juga aktif di HMPS ataupun HMJ. Semangat!.
Oke lanjut.. masih mau lanjut nggak nih? Baca terus kalau masih mau.. hehe. Di urutan ke (5) Peduli dan Menginspirasi. Berasal dari Fakultas Olahraga dan Kesehatan. Seorang dengan perbekalan ilmu agama yang terbilang cukup luas. MasyaAllah, bener dah. Kafaah keilmuannya sungguh luas. Mau itu bahasa Arab, tahsin, dll pokoknya ada sama dia. Tercermin dalam kefasihannya menyampaikan materi ketika dalam diskusi bersama. Oh iya, saya lupa kenalkan namanya. Familiar disapa dengan panggilan Ramdan. Saya mengurutkan Ramdan setelah Furqon, karena menurut saya mereka berdua seperti kakak adik. Hehe. Yang saya bilang sebelumnya setim dengan Furqon, juga dengan Ramdan. Jadi bisa dibilang, Ramdan dan Furqon ini sering bersama, seakan kakak beradik. Oh iya, satu lagi, suara Ramdan sangat merdu loh. Nggak heran sering jadi pembaca tilawah pada pembukaan acara. Keren kan?. Saya yakin, Ramdan dapat menumpuk segudang prestasi sebagai bentuk peduli dan menginspirasi. Ini sebagai bentuk kontribusinya membangun organisasi yang diketuainya. Selanjutnya yang ke (6) Memetik dan Menuai Kebaikan. Tagarnya keren ya. Tahu dari fakultas apa? jelas kok di redaksi kalimatnya. Ya, dia berasal dari Fakultas Pertanian. Namanya Subandi atau juga sering disapa Bandi. Bandi ya, bukan Bandit. Kalau bandit mah agen kejahatan, tapi kalau Bandi ini agen kebaikan. Cielah.. Kalau Bandi, saya kagum terhadap karismatiknya merekrut kader-kader yang banyak. Adik-adik mentornya ituloh, MasyaAllah banyak. Semangat terus ya Bandi, banyakin terus kadernya.
(7) Generasi Berbudaya & Berakhlak Mulia. Eh, btw bener nggak itu tagarnya? Koreksi ya kalau salah. Nah, figur ketua selanjutnya berasal dari Fakultas Sastra dan Budaya. Hmm.. saya mau bilang apa ya? Dari namanya aja deh. Familiar disapa dengan Zulkifli atau Zul. Hm.. pokoknya keren deh. Anak sastra dan budaya saya rasa pasti keren. Saya pun menulis ini, ya karena saya tertarik dengan yang namanya "sastra". Haha, maaf ya akhi Zul, saya nggak bisa bahas banyak, pokoknya antum keren deh.. Banyakin lagi kader-kader tangguhnya ya. Semangat!. Next yang ke (8) Bersinergi Bersama. Ini nih, hampir lupa saya mah. Nah, yang kedelapan ini dari Fakultas Teknik. Wih.. garang nggak nih? Kakak-kakak gondrong?. Haha.. nggak kok. Eh tapi biarpun dikenal kader-kadernya yang gondrong, mereka baik-baik kok. Cuma memang kelihatan garang aja.. haha. Oh iya, nama ketuanya, Agustian. Saya sering panggil dia dengan nama itu. Hanya seringnya dipanggil juga dengan panggilan Baco. Kalau si Agustian ini, pasti kalian tahukan gimana skill orang-orang teknik. Yap, teknik desain grafisnya itu loh, keren bet dah pokoknya. Nggak cuma itu, desain web, editor semuanya dilibas. Makanya nggak heran, syiar-syiar dari organisasinya melambung tinggi, menggapai hati orang-orang. Wih.. keren banget kan. Then, orangnya juga aktif banget di HMPS, HMJ, Senat, dll.
Lanjut... eh, bosan apa nggak nih, kawan-kawan? Kalau udah jenuh, ya ditangguhkan dulu bacanya atuh. Hehe.. (9 & 10) ..... Kok 9 & 10? Ada sesuatu yang spesial gitu? Ada loh.. urutan ke-9 & 10 saya gabungkan, karena dua figur ketua dari dua organisasi memiliki kesamaan nama. Yap, mereka berdua sama-sama bernama Ilham. Saya panggilnya Ilham Candra sama dok. Ilham aja deh ( dok(ter)? Nanti baca ajalah). Ilham Candra, ketua organisasi dakwah di ranah Fakultas Perikanan dan Kelautan. Jujur sih, saya juga belum terlalu sering berinteraksi dengannya. Hanya saya lihatnya, meski dia angkatan paling adik (19) tapi jiwa kepemimpinannya telah ditampakkan. Dapat dilihat bagaimana organisasinya jauh melesat berkembang dari sebelumnya. Frekuensi syiarnya lebih meningkat. Keren bukan? Semangat terus ya akh Ilham. Selanjutnya dok. Ilham. Kenapa ya ada kata doknya? Jelas, karena Ilham yang kedua ini berasal dari Fakultas Kedokteran. Sama seperti Ilham satu, saya pun belum terlalu banyak berinteraksi dengan Ilham dari FK ini. Oh iya, untuk organisasi yang di FK ini baru dibentuk. Meski begitu, geliat awal mereka sudah terlihat cukup melejit. Ini tak heran, karena difasilitasi oleh dukungan universitas. Dilantik langsung oleh Pak Rektor UNG. Semangat buat akh Ilham kedokteran, lejitkan syiar-syiar Islam di Fakultas Kedokteran. Because this is chance.. pada akhirnya orang yang terkenal dengan kaum elitepun sanggup mengemban amanah dakwah.
Nah, itulah tulisan saya yang cukup panjang ya. Udah pada tahukan bagaimana karakter mereka, figur-figur ketua yang telah saya deskripsikan di atas. Punya khas masing-masing kan ya?. Ada yang latar belakangnya ilmu sosial, ada hukum, sastra dan banyak lagi. Meski dengan berbeda dalam ranah tapi kita tetap satu dalam dakwah. Bener nggak? Walaupun dengan latar belakang keilmuan, karakter yang berbeda tetap tujuannya nggak berubah dan tetap satu : "Menyeru pada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar".
Demikian tulisan saya kali ini. Kalau ada yang salah mohon dikoreksi ya. InsyaAllah tulisan ini memberikan manfaat walau sekecil apapun itu. Cukuplah itu yang menjadi harapan terbesar penulis..
.....
Eh, btw judulnya The Different 11, tapi kenapa ya cuma sampai urutan 10? (tanya pembaca). Masih kurang satu ya.. yang ke-11? kalau teman-teman tahu yang satunya lagi, mohon dideskripsikan di kolom komentar ya. Nanti saya akan tambahkan dalam tulisan ini. Boleh ya?. InsyaAllah..
Hadanallahu wa iyyakum.
Selasa, 24 Maret 2020.
00.19 WITA.
@kir
Komentar
Posting Komentar