Kita adalah insan yang
saling menemukan.. meski itu adalah hal yang menyulitkan, tetaplah berdo’a agar
dipertemukan. Dekat ataupun jauh, jangan jenuh. Mungkin saja kita sangat dekat,
hanya tak memungkinkan untuk saling sapa. Pun mungkin saja kita sangat jauh
satu sama lain. Siapalah aku, siapalah kau? Kita pun tak tahu menahu jelas.
Tetap dalam satu pengharapan. Meski sekilas hati ini ingin tahu.. tetap saja
itu rahasia-Nya.
Rasa ini sesekali muncul
dan menggerogoti mimpi. Mungkinkah aku yang terlarut dalam sebuah harap yang
berlebihan.
Duhai diri yang sedang
mencari.. duhai kau yang sedang menunggu. Kita masih terbelenggu dalam rasa
ingin tahu. Siapalah yang dapat berlabuh dalam hati kita masing-masing. Kumohon
dengan sangat.. jangan datang hanya untuk menitip luka, bahwa fakta kau telah
dengan yang lain. Pun kusadar, ini adalah skenario-Nya. Meski cukup sakit, kau
tahu? Permintaan itu berlaku untukku juga. Aku pun tak bisa menitip luka,
karena kutahu itu menyakitkan. Kalaulah engkau hanya sekadar menyapa dan datang
menitip luka, kuhanya bisa mengucapkan terima kasih. Allah sedang mengujiku,
agar bisa bersabar.
Kau tahu? Aku adalah
orang yang tak pandai mengungkapkan rasa. Puluhan, ratusan bahkan ribuan tahun
kubisa tenggelam dalam rasa yang terpendam ini. Sekali lagi, ini juga
menyakitkan. Saat ini aku hanya bisa memantaskan diri. Kuharap kau juga
sama.
Kita adalah insan yang
penuh perbedaan, yang berharap untuk disatukan.
Saling merintis temu..
Saling menulis rindu..
Saling melukis aku,
kau.. untuk kita menyapa dalam do’a.
Temukan aku dalam doamu.
Senin, 30 Maret 2020.
15.31 WITA
@kir
Komentar
Posting Komentar