Langsung ke konten utama

Serba-Serbi Corona

Bismillah. Assalamu'alaikum. 
Hai, mogoditi lo Hulandalo. Wololo habari? Pohile du'a sesehati. Aamiin, InsyaAllah.

Hari ini Kamis, 19 Maret 2020 sudah tiga hari sejak pemerintah RI memberlakukan lockdown atau menghimbau untuk berdiam diri di rumah masing-masing. Tak lain, tak bukan karena makhluk kecil yang lagi kelaparan, sedang ingin jalan-jalan mengelilingi dunia. Hmm.. mungkin. Makhluk kecil ini familiar dengan nama virus Corona. Entahlah, seakan-akan diri ini pun  kesal dengan keberadaan makhluk ini. Sejak awal kemunculannya di kota Wuhan, China yang menumbangkan beribu-ribu orang, kini merambah ke beberapa negara sampai akhirnya tiba di Indonesia. Data yang dilansir di Liputan6.com korban virus ini mencapai 218.177 jiwa (per Kamis, 19/03/20). Aduh, sebanyak itukah? Ya, memang itulah kenyataannya. Di Indonesia sendiri awal kemunculannya diketahui tepat ketika Presiden RI mengumumkan bahwa di Indonesia sudah dua orang yang terindikasi virus corona. Hingga kini korban virus corona di Indonesia sudah mencapai 227 kasus positif corona (Dilansir detiknews.com, Kamis/19/03/20). Lalu apa? Dengan data tersebut masihkah perasaan kita biasa-biasa saja?. Mari segera berpikir!

Edaran demi edaran dikeluarkan baik oleh pemerintah pusat, daerah dan lembaga-lembaga lainnya. Pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk berdiam diri di rumah. Pekerjaan harus diselesaikan di rumah, perkuliahan beralih menjadi kuliah daring dan lain sebagainya. Pemerintah memberlakukan 14 hari mengisolasi diri di rumah. Ini dilakukan bukan semata-mata membatasi atau bahkan merenggut hak kebebasan setiap orang, tentu tidak!. Melainkan ini adalah solusi untuk mencegah penyebaran virus. Lembar-lembar edaran ini oleh sebagian orang hanya jadi angin lalu.. haduh.

Dampak virus corona merambah ke berbagai aspek kehidupan masyarakat. Khususnya dalam aspek ekonomi. Teman-teman saya tuh ya, udah rajin banget memantau kenaikan nilai tukar rupiah. Status, postingan WA tak lepas saya simak satu per satu dan kebanyakan mereka memosting hal tersebut. Begitu penasarannya saya dengan data yang diposting, segeralah saya mengecek nilai kurs rupiah saat ini. Dan saya pun menemukan data yang termuat di situs seputarforex.com yang menampilkan data nilai tukar rupiah saat ini yaitu kurang lebih Rp 15.000an per 1 dollar AS. Bahkan sebelumnya mencapai hingga Rp 16.000an. Di samping itu, pengaruh virus ini terhadap aktivitas perekonomian dinyatakan bahwa Indonesia akan mengalami krisis ekonomi jika menerapkan sistem lockdown. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menyebut bahwa apabila Jakarta saja yang lockdown, Indonesia bisa krisis ekonomi. "Indonesia bisa krisis karena lockdown di Jakarta," tegas Bhima kala dihubungi detikcom, Minggu (15/3/2020). Pasalnya, sejauh ini 70% pergerakan uang dalam perekonomian nasional berada di Jakarta. Akan sangat berisiko bila aktivitas perekonomian lumpuh karena melakukan lockdown di Jakarta. (Dilansir finance.detik.com)


Aneh memang, ada sebagian orang yang menganggap cuek dengan keberadaan virus ini. Dengan dalih "toh kita pasti bakalan mati, jadi nggak perlu hindar menghindar dari virus". Berdasarkan dalih tersebut tak sedikit yang masih berani-berani keluar rumah berkumpul dalam keramaian orang. Dan ini berpotensi tersebarnya virus corona. Ikhwah.. kita nggak diminta mati begitu saja tanpa ikhtiar. "Rasulullah pernah bersabda: Wabah thaun adalah kotoran yang dikirimkan oleh Allah terhadap sebagian kalangan bani Israil dan juga orang-orang sebelum kalian. Kalau kalian mendengar ada wabah thaun di suatu negeri, janganlah kalian memasuki negeri tersebut. Namun, bila wabah thaun itu menyebar di negeri kalian, janganlah kalian keluar dari negeri kalian menghindar dari penyakit itu." (HR Bukhari-Muslim).


Heran saya tuh.. corona effect membawa begitu banyak serba-serbinya yang menggelikan.  
Ada yang memanfaatkan kondisi ini untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya, ya kita tahu bagaimana harga masker yang dikapitalisasi oleh orang yang tidak berhati nurani. Ada juga yang terlalu cuek dan memandang remeh dengan kondisi ini, sehingga mengabaikan himbauan dari pemerintah. Atau ada juga yang terlalu berlebihan panik.. atau ada apa lagi? Huh.. Ada.. ada.. dan ada-ada saja sikap orang-orang yang seperti itu. 

Nih, buat yang memanfaatkan situasi seperti ini untuk meraup keuntungan yang besar. Ingat, jangan mendzolimi orang. Udah tahu saat-saat mendesak seperti ini masih dipersulit orang untuk mendapatkannya. Then, orang yang masih cuek dengan kondisi ini, mikir sedikit bisa tidak? Yang susah bukan diri kita sendiri, tapi juga akan berdampak ke orang lain. Terus jangan berlebihan dan larut dalam kepanikan takut karena virus. Pokoknya ikhtiar dengan semua usaha-usaha pencegahan, do'a dan tawakal kepada Allah Azza wa Jalla. Jangan sampai akidah kita bisa dikalahkan oleh si kecil corona


Mata kita memandang realita, saat ini dunia sedang menderita. Ulah siapa? Tak tahu siapa, yang pasti jangan saling menyalahkan! Pastinya kita harus bisa memetik hikmah dari peristiwa ini. Dunia yang kita bangga-banggakan, yang diidam-idamkan, susah payah untuk digenggam, pada akhirnya bisa rapuh hanya karena virus kecil. Sebuah teguran untuk kita yang suka terlena dengan dunia, pada akhirnya akan sirna ditelan masa. Pastilah dengan peristiwa ini mengistirahatkan kita dari penatnya mengejar dunia, lebih melekatkan hubungan dengan keluarga dengan berdiam diri di rumah. Tetap lakukan usaha pencegahan ya kawan.. mari bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga terkait untuk mencegah penyebaran virus. Tips dari WHO, pencegahan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu 1) cuci tangan sesering mungkin; 2) lakukan aturan bersin yang benar; 3) lakukan sosial distancing (menjaga jarak dengan orang yang terindikasi gejala) dan masih banyak lagi tips pencegahannya. Dan jangan lupa do'akan tim medis yang sedang berjuang ya, kawan".. InsyaAllah mereka dilindungi oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Apa kita bisa membantu? Ya, dengan berdiam diri di rumah InsyaAllah bisa membantu, jangan bandel ya.. 

"Popooyo mota to bele wa.. atiolo mayilongolo ti dokteri. Delo podungohu uti, nou wa.." 

Dear Corona..

Segeralah usai dari travellingmu, cukuplah ini sebagai pelajaran untuk kami, manusia-manusia yang sering lupa. Ada yang lelah mengobati, ada yang menderita diobati, ada yang ingin segera berjumpa keluarga, ada LPJ yang harus dipenuhi, ada banyak hal yang kau halangi untuk kami beraktivitas, wahai virus kecil. Banyak orang yang mengadukanmu kepada Allah, sang Pemilikmu. 

Segeralah berhenti.. hentikan segala serba-serbimu. Kuucapkan terima kasih sudah datang menjadi pengingat.  Oh.. atau mungkin kau ingin bersahabat? Biarkan kami beraktivitas seperti biasanya. Itulah bukti persahabatan kita. Ada serba-serbi yang kunantikan dibanding serba-serbimu.. Oh ya, dekat-dekat ini sudah mau bulan Ramadhan. Kami umat Islam ingin bebas beribadah, wahai virus kecil. Biarkan kami menikmati sajadah dan lantai Masjid dalam sujud kami, berbuka puasa bersama keluarga, tarawih, sahur, i'tikaf dan serba-serbi lainnya yang kami rindukan dan sangat disayangkan jika terlewatkan.

Hei virus kecil, kau akan lekat membekas dalam ingatan.. bahwa kau pernah datang menjadi pengingat bagi kami manusia yang penuh akan dosa. Bolehkah kusampaikan ucapan selamat tinggal? Mungkin belum ya? Tapi pastikan segera... karena kami di sini banyak mengadukanmu kepada Allah Azza wa Jalla.

Jum'at, 20 Maret 2020.

00.30 WITA.

@kir







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aman karena Iman

Bismillah. Ini adalah buah dari kisah, pengalaman dari penulis dalam sajian obrolan yang sangat bermakna. Silahkan dibaca ya, teman". Aman karena Iman Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 09.30 WITA. Bergegas saya mendorong  motor saya yang ketika itu cedera salah satu ban rodanya. Tak lupa Kakak saya ikut serta menemani. Syukur, jarak bengkel dengan rumah tidak berjauhan, sehingga tak  butuh waktu dan tenaga lebih. Tapi yah, tetap terasa sedikit penat. Bagaimana tidak, saya mendorongnya seorang diri. Si Kakak cuma bantuin bawa roda yang baru mah. Singkat cerita, sepulang dari bengkel saya baru menyadari ternyata dompet saya hilang, jatuh entah di mana. Kakak mengatakan tidak ada sesuatu yang jatuh ketika itu. Saya pun bergegas, lari menuju rumah meninggalkan kakak yang masih dalam perjalanan pulang. Dan Alhamdulillah, saya menemukan dompet saya tergeletak di bawah kursi kerja.  Beriring dengan tibanya kakak saya di rumah, saya pun berkata padanya :...

Lebaran Ketupat, Nasi Bulu dan Kampung Jawa

                                                                                                                                  Oleh : Achmad Husein Hasni Gorontalo merupakan suatu daerah yang kaya akan sejarah, budaya dan warisan para leluhur yang sampai saat ini masih terjaga keindahannya. Secara historis Provinsi Gorontalo adalah daerah yang lebih dahulu merdeka dibandingkan Indonesia yaitu pada tahun 1942, dari hal tersebut Gorontalo membuktikan bahwa nilai perjuangan yang dibangun oleh para leluhur kita yang ada di Gorontalo sangatlah  luar biasa karena mampu menjadi ...

Sakit? Ayo Segera Bangkit!

Bismillah. Hai, sahabat Millennial Muslim. Siapa sih yang nggak pernah merasakan sakit? Kita semua pasti pernah merasakan ya. Kaum baperan langsung mikir nih  "Apalagi sakit melihat si dia bersama yang lain" . Yah, sakit nggak cuma tentang itu.   Kita masing-masing memiliki harapan, impian, capaian yang ingin diwujudkan. Dengan segala usaha, doa yang berpijak pada tekad kita lakukan demi sebuah impian kita. Tapi.. akankah dengan segera impian itu terwujud? yakin tanpa terpaan masalah dan problematika ? Tentu tidak. Sebegitu rinci, sebegitu teliti pun kita merencanakan pasti akan dihampiri oleh hambatan. Karena kita sebagai manusia pasti akan diuji oleh Allah. Kita hanya mampu merencanakan, berusaha mewujudkan. Adapun persoalan terwujud atau tidak, tercapai atau tidak itu bukan lagi kapasitas kita, melainkan kapasitas dari kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Kadang, hanya butuh beberapa langkah atau bahkan hanya satu langkah lagi kita meraih impian itu. Tapi nyatany...