Langsung ke konten utama

Daily Journal : Berperan atau Tergantikan.

Ahad, 09 Februari 2020. Pukul 23.01 WITA.

Bismillah.

Hari ini kuputuskan untuk menyelesaikan semua tugas-tugas kuliah. Besok banyak mata kuliah yang harus kuhadapi pun dengan begitu banyak tugas yang harus kupersembahkan supaya tidak dikeluarkan dari kelas.. ya tau kan nasib mahasiswa kek gimana. hehe. Tepat sekitar pukul 13.10, sebuah notifikasi muncul di ponselku, dan isinya seruan dadakan untuk ikut kegiatan. Kataku dalam hati, ah pass aja dulu ya, toh ada juga yang lain ikut.  Tiba pada awal waktu Ashar, entah kenapa ada sesuatu yang berubah dengan perasaanku. Tak direncana, tak diinginkan, tetiba saya merelakan diri untuk ikut seruan kegiatan tadi (setelah sholat Ashar ya). Yah, dengan santai kutepikan semua tugas-tugas kuliah yang sementara kukerjakan. Alhasil, kutetap berangkat bersama kawan-kawan menuju lokasi kegiatan dan menyelesaikan semuanya hingga akhir. Alhamdulillah. Tak kusangka bisa-bisanya kubisa dengan mudah menggapai seruan itu yang pada awalnya tak kurencankan dan kuinginkan. Sungguh, Allah Maha membolakbalikkan hati. MasyaAllah. Pikirku, mungkin itu cara Allah untuk mengistirahatkanku dari tugas-tugas kuliah. 

Kawan-kawan, tahukah seruan agenda apa itu? Ya, itu adalah salah satu seruan agenda dakwah. Kubersyukur, bisa dimudahkan menjawab seruan itu, bisa menapakkan kaki dalam agenda-agenda dakwah. Ini mengingatkanku kembali apa sebenarnya tujuan kuberpijak di atas bumi Allah Azza wa Jalla. Sebagaimana tertulis jelas dalam bari-baris firman-Nya, dalam QS. Ad-Dzariyat ayat 56 yang artinya : "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk menyembah kepadaKu".

Kudapat memetik sesuatu dari cerita hari ini.. kalau kita tidak mau berperan, ada banyak orang hebat yang masih bisa berperan. Bukan kita yang meninggalkan dakwah, tapi dakwah yang akan meninggalkan kita. Sampai takkan ada ruang lagi untuk kita bisa berperan dalam agenda kebaikan, karena sering kita abaikan. Kita cukup memilih, mau berperan atau digantikan. Kadang diri ini terlalu baperan bukan berperan, merasa sangat dibutuhkan dalam agenda dakwah. Padahal tidak! Kita yang butuh untuk berdakwah. Kuhanya bisa berusaha semaksimal mungkin untuk terus berperan sekalipun dalam posisi terabaikan dalam bayangan. InsyaAllah selalu diberi kesempatan dalam agenda kebaikan selanjutnya..

Dariku, seorang yang minim kontribusi dalam dakwah.

@kir

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aman karena Iman

Bismillah. Ini adalah buah dari kisah, pengalaman dari penulis dalam sajian obrolan yang sangat bermakna. Silahkan dibaca ya, teman". Aman karena Iman Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 09.30 WITA. Bergegas saya mendorong  motor saya yang ketika itu cedera salah satu ban rodanya. Tak lupa Kakak saya ikut serta menemani. Syukur, jarak bengkel dengan rumah tidak berjauhan, sehingga tak  butuh waktu dan tenaga lebih. Tapi yah, tetap terasa sedikit penat. Bagaimana tidak, saya mendorongnya seorang diri. Si Kakak cuma bantuin bawa roda yang baru mah. Singkat cerita, sepulang dari bengkel saya baru menyadari ternyata dompet saya hilang, jatuh entah di mana. Kakak mengatakan tidak ada sesuatu yang jatuh ketika itu. Saya pun bergegas, lari menuju rumah meninggalkan kakak yang masih dalam perjalanan pulang. Dan Alhamdulillah, saya menemukan dompet saya tergeletak di bawah kursi kerja.  Beriring dengan tibanya kakak saya di rumah, saya pun berkata padanya :...

Lebaran Ketupat, Nasi Bulu dan Kampung Jawa

                                                                                                                                  Oleh : Achmad Husein Hasni Gorontalo merupakan suatu daerah yang kaya akan sejarah, budaya dan warisan para leluhur yang sampai saat ini masih terjaga keindahannya. Secara historis Provinsi Gorontalo adalah daerah yang lebih dahulu merdeka dibandingkan Indonesia yaitu pada tahun 1942, dari hal tersebut Gorontalo membuktikan bahwa nilai perjuangan yang dibangun oleh para leluhur kita yang ada di Gorontalo sangatlah  luar biasa karena mampu menjadi ...

Sakit? Ayo Segera Bangkit!

Bismillah. Hai, sahabat Millennial Muslim. Siapa sih yang nggak pernah merasakan sakit? Kita semua pasti pernah merasakan ya. Kaum baperan langsung mikir nih  "Apalagi sakit melihat si dia bersama yang lain" . Yah, sakit nggak cuma tentang itu.   Kita masing-masing memiliki harapan, impian, capaian yang ingin diwujudkan. Dengan segala usaha, doa yang berpijak pada tekad kita lakukan demi sebuah impian kita. Tapi.. akankah dengan segera impian itu terwujud? yakin tanpa terpaan masalah dan problematika ? Tentu tidak. Sebegitu rinci, sebegitu teliti pun kita merencanakan pasti akan dihampiri oleh hambatan. Karena kita sebagai manusia pasti akan diuji oleh Allah. Kita hanya mampu merencanakan, berusaha mewujudkan. Adapun persoalan terwujud atau tidak, tercapai atau tidak itu bukan lagi kapasitas kita, melainkan kapasitas dari kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Kadang, hanya butuh beberapa langkah atau bahkan hanya satu langkah lagi kita meraih impian itu. Tapi nyatany...