Sejatinya
penulis tidak tahu harus memulai tulisan ini dari mana, sebab apa yang ditulis ini sungguh merupakan suatu fenomena yang menurut penulis luar biasa dan
belum pernah terjadi sebelumnya khususnya di salah satu fakultas tempat penulis
menimba ilmu di bangku perkuliahan. Tapi penulis akan mencoba untuk menceritakan
kronologis cerita ini secara mendalam dan terperinci serta sesuai dengan
pengetahuan penulis yang masih perlu banyak belajar dari yang lain. Sekitar
bulan November tahun 2019, Fakultas Merah yaitu Fakultas Ilmu Sosial di
Universitas Negeri Gorontalo melaksanakan pemilihan pimpinan fakultas yaitu
untuk menentukan Dekan dari fakultas yang penulis cintai ini. Sebelumnya rumor
terpilihnya beliau menjadi dekan FIS UNG sudah santer terdengar di kalangan
mahasiswa FIS, dan pada saat pemilihan berlangsung, akhirnya terbukti beliaulah
yang terpilih menjadi pimpinan Fakultas Ilmu Sosial UNG. Sehari setelah beliau
terpilih mejadi pimpinan FIS UNG, beliau membuat suatu program yang sangat
mencenangkan di mana program yang beliau buat yaitu pengajian surah Al-Kahfi
pada setiap hari Jum’at pagi bersama civitas akademika dan mahasiswa FIS
umumnya. Alhasil meski dengan jumlah peserta yang bisa dikatakan sedikit,
tetapi tidak menyurutkan semangat beliau untuk tetap menjalankan program yang
sangat bermanfaat ini. Menurut beliau ini adalah langkah dan cara agar supaya
kita bisa mendapatkan rahmat dan keselamatan dalam menjalankan kehidupan baik
di dunia maupun di akhirat. Beliau menambahkan "kalau untuk Al-Quran saya siap
menggelontorkan berapapun rupiah yang saya punya agar kita bisa sama-sama
mendapatkan kemuliaan di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala". Mendengar hal itu penulis-pun merasa
terkesima dan takjub atas penuturan yang beliau sampaikan. Sedikit keluar dari
tulisan di atas, penulis ingin menceritakan pengalaman menarik sekaligus dampak fenomena
yang timbul berkaitan dengan cerita di atas. Pada pertegahan bulan Januari
tahun 2020, Alhamdulillah saya bersama 2 orang teman yang berasal dari jurusan
yang sama terpilih menjadi salah satu finalis pada event nasional di pulau Sumatera untuk ikut lomba debat mahasiswa. Pada suatu hari kami pun diajak oleh
ketua jurusan kami untuk menghadap kepada beliau atas hasil yang kami raih.
Beliau pun merespon kedatangan kami dengan cukup hangat sembari menyampaikan
bahwa kalian tidak usah ragu, kalian fokus saja untuk persiapan kalian dan
masalah keberangkatan nanti menjadi tanggung jawab kita bersama (yang dimaksud
tanggung jawab kita bersama adalah para pimpinan fakultas). Setelah mendengar
pernyataan itu kami pun langsung lega dan bahagia karena akhirnya apa yang kami
inginkan bisa terwujud, setelah beliau menyampaikan pernyataan itu, salah satu
dosen yang kebetulan berada di ruangan itu langsung menyampaikan perihal prestasi
mahasiswa FIS yang masif pasca pergantian pimpinan birokrasi yang ada di FIS.
Beliau menuturkan bahwa semenjak ibu menjadi dekan banyak prestasi yang diraih
oleh mahasiswa FIS, diawali oleh Yayan Sahi Finalis Sociopreneur di UGM,
setelah itu salah satu mahasiswa dari jurusan sosiologi terpilih menjadi UTI
Provinsi Gorontalo tahun 2020, berikutnya ada salah satu mahasiswa jurusan PPKn
yang terpilih menjadi perwakilan Duta Genre jalur masyarakat tingkat nasional
di Jakarta, terpilihnya tiga mahasiswa PPKn
untuk ikut olimpiade PPKn nasional di Universitas Riau Sumatera,
terpilihnya Iksan mahasiswa jurusan ilmu komunikasi menjadi finalis debat
mahasiswa di Universitas Andalas Padang, serta yang paling luar biasa ialah salah
satu mahasiswi FIS yang berasal dari jurusan ilmu komunikasi yaitu saudari Lia
Katili terpilih menjadi Finalis Puteri Indonesia tahun 2020 yang akan mewakili
Provinsi Gorontalo pada ajang yang boleh dikatakan sangat bergengsi. Dari
berbagai macam prestasi yang disebutkan ini beliau merespon dengan ucapan
Alhamdulillah… sembari mengusap kedua telapak tangan di wajah. Beliau kembali
menuturkan bahwa hasil ini didapatkan karena Al-Qur'an. Beliau menuturkan “Inilah bukti jika kita memuliakan Al-Qur’an, karena Al-Qur’anlah kita bisa
mendapatkan keberuntungan dan kemuliaan dari Allah SWT. Saya melaksanakan
program Al-Kahfi setiap hari jumat pagi bukan hanya semata-mata untuk diri saya
pribadi, tapi saya yakin dan percaya
dengan Al-Qur’an dan surah Al-Kahfi
yang dibaca setiap pekannya akan dapat membawa kemajuan bagi insitusi yang
sedang saya pimpin ini” tandas beliau.
Dari
sedikit pengalaman ini mungkin kita bisa mengambil pelajaran bahwa Al-Qur’an
merupakan sumber kemaslahatan umat manusia jika kita menyadarinya. Sayangnya masih
banyak orang yang masih malas untuk mempelajari Al-Qur’an dan tidak menjadikan
ia sebagai sumber dari segala aktivitas kehidupan manusia. Mudah-mudahan dari
cerita ini bisa memotivasi kita semua agar lebih giat dalam membaca dan
mempelajari Al-Qur’an secara serius dan istiqomah. Syukron
Author : @2H
Komentar
Posting Komentar