Langsung ke konten utama

Segala Arah Pertolongan Allah


Bismillah.

Sedikit cerita..

Pagi itu dia bergegas ke kampus jam 8 padahal kuliahnya jam 7.30.. hm.  
Namanya Nadia, seorang mahasiswa tingkat 5. Kala itu dia segera bergegas ke kampus, telat setengah jam. Qodarullah, Allah mengujinya dengan beberapa masalah duniawi. “Motor kehabisan bensin”. Sebelumnya, dia melihat bensinnya masih cukup untuk ke kota, jadi dia memutuskan untuk tidak singgah lagi untuk mengisi tangki bensinnya karena sudah telat untuk ke kampus. Sampai ketika di perempatan lampu lalu lintas perkotaan, motornya tetiba mati.  Katanya dalam hati “oh mungkin ini karena mesinnya tidak sempat dipanaskan”. Segera dia menyalakan kembali motornya dan ternyata tidak bisa hidup lagi. Mau tidak mau dia harus menahan malu dan dengan terpaksa harus starter kaki dan sayangnya tetap tidak bisa hidup.

Tak lama, lampu hijau berganti merah kembali dan motornya tetap tidak bisa hidup. Jalanan mulai ramai dengan kendaraan. Sampai ketika ada mobil yang melintas dan dalam mobil itu ada seorang pemuda yang melihat Nadia dan bertanya “adek kenapa?, motornya tidak bisa hidup?”. Kata pemuda itu. “iya”. Jawab Nadia dengan sikap dingin. Dan, sulitnya jadi orang baperan, Nadia merasa sangat terharu ketika pemuda itu segera turun dari mobil dan bergegas membantunya. Pemuda itu mencoba menghidupkan motor dan alhasil tetap tidak bisa. Bertanya pemuda itu  “abis bensin dek”. “Kayaknya masih ada”. Jawab Nadia. Kemudian pemuda itu melihat isi tangki bensin dan berkata : “sudah tidak naik bensinnya dek, saya pinggirkan dulu”. Literally, Nadia bener-bener terharu hanya dengan hal-hal yang seperti itu. “Terus dek?”. Kata Pemuda itu. Nadia pun menjawab “Udah Ka, nanti diisi bensinnya. Makasih banyak sudah membantu Kak”. Dan bodohnya, Nadia lupa kalau motornya adalah injeksi.

“Mau ke kampus?”. Tanya pemuda itu.  Nadia pun menjawab  “iya”. Pemuda itu berkata lagi : “Nanti hati-hati dek ya”. Nadia bukan tipe orang yang bisa senyum duluan ke cowok, bener dah. It’s not her style. Hanya karena pemuda itu buat Nadia terharu karena sangat baik. Nadia pun tak menjawab apa-apa dan hanya bisa memberikan senyuman teramah lingkungan. Dan kemudian pemuda itu pun pergi.
Tak lama, Nadia segera mencari transportasi untuk beli bensin di depot. Pertamina sih memang nggak jauh, cuma masih muter-muter dan harus ngedorong motor. Nggak mungkin kan ya.  Dan.. Cukup! Bermenit-menit menunggu kenderaan untuk ditumpangi tak kunjung menghampiri. Finally, Alhamdulillah.. yang ditunggu-tunggu pun tiba. Btw, bukan jodoh ya.. tapi bentor (kenderaan khas Gorontalo). Hehehe.. Dan MasyaAllah, pengemudi bentornya baik banget.. diantarin nyari depot, balik lagi di tempat motornya mogok, dibantuin ngisi bensin (karena Nadia nggak mau dan nggak tau juga sih).. Dicoba isi bensin.. dan masih sama, tidak bisa nyala meski dengan sekuat tenaga dan sepenuh hati distarter kaki (coz itu injeksi kan ya).. Sampai akhirnya terucap kembali ungkapan syukur, Alhamdulillah.. a bo debo ilo tumulo (akhirnya bisa menyala). Dan lagi, pengemudi bentor tadi masih dengan sedia membantu kembaliin botol bensin ke depot dengan selamat.. dan juga pemilik depot, beliau juga sangat ramah..

Terima kasih sebanyak-banyak muncul dari hati Nadia untuk mereka-mereka yang begitu baik, banget malahan.. Masalah pun selesai. Nadia bisa melanjutkan perjalanan menuju kampus. Di perjalanan masih kepikiran dengan kebaikan mereka. Beneran deh, pikir Nadia “Nad, kamu saja belum tentu bisa sebaik mereka”. Serasa seperti Allah tuh lagi negur dia dari hal seperti itu.
Pikirnya, perlu banyak-banyak bersyukur dengan apa yang sudah dilimpahkan untuk untuk dia. Kelancaran dan kemudahan yang selalu ada, pertolongan Allah lewat orang-orang yang dikenal maupun tidak, rezeki yang datang dari arah yang tidak disangka-sangka dan masih banyak lagi. Tidak bisa dibayangkan, tanpa Allah entah bagaimana nasibnya.
Peristiwa ini memberikan pelajaran baginya bahwa, masih sangat banyak orang baik di luar sana yang bisa membantu kita. Perlu banyak bersyukur. Seketika dia ingat ucapan dari mentornya  “dek, kita akan diperlakukan oleh orang lain sebagaimana kita memperlakukan mereka. Dan ini berlaku kepada siapa saja”. Dan itu selalu terbukti.

“Entah siapa saja nama ketiga orang itu, Kakak yang sangat baik, pengemudi bentor yang baik yang sudah mau direpotkan dan pemilik depot yang sangat ramah.. semoga Allah balas kebaikan kalian dengan Jannah.” Aamiin. Harapan Nadia mengakhiri kisahnya pada hari itu.

Jadi temen-teman, kisah ini banyak memberikan pelajaran untuk kita. Janji Allah tuh memanglah pasti, temen-temen. Bukankah Allah akan memberikan kita solusi dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, coba baca deh di surah At-Talaq ayat 2 sampai 3. MasyaAllah.. Bener kan?.. Kadang kala kita diuji oleh Allah dengan satu masalah, tapi Allah ngasih solusi nggak cuma satu aja, tapi banyak.. MasyaAllah.
Btw, mohon maaf temen-temen.. kalau ceritanya agak kurang dapet feelnya ya. Soalnya saya rewrite dari tulisan asli penulisnya. Aslinya bagus banget kok, dapet banget feelnya..
Jangan lupa titip saran di komentar ya.. InsyaAllah bermanfaat tulisannya.

Barakallahufiikum.

Author : Dwi Ananda Putri Darwis
Rewriter : @kir

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aman karena Iman

Bismillah. Ini adalah buah dari kisah, pengalaman dari penulis dalam sajian obrolan yang sangat bermakna. Silahkan dibaca ya, teman". Aman karena Iman Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 09.30 WITA. Bergegas saya mendorong  motor saya yang ketika itu cedera salah satu ban rodanya. Tak lupa Kakak saya ikut serta menemani. Syukur, jarak bengkel dengan rumah tidak berjauhan, sehingga tak  butuh waktu dan tenaga lebih. Tapi yah, tetap terasa sedikit penat. Bagaimana tidak, saya mendorongnya seorang diri. Si Kakak cuma bantuin bawa roda yang baru mah. Singkat cerita, sepulang dari bengkel saya baru menyadari ternyata dompet saya hilang, jatuh entah di mana. Kakak mengatakan tidak ada sesuatu yang jatuh ketika itu. Saya pun bergegas, lari menuju rumah meninggalkan kakak yang masih dalam perjalanan pulang. Dan Alhamdulillah, saya menemukan dompet saya tergeletak di bawah kursi kerja.  Beriring dengan tibanya kakak saya di rumah, saya pun berkata padanya :...

Lebaran Ketupat, Nasi Bulu dan Kampung Jawa

                                                                                                                                  Oleh : Achmad Husein Hasni Gorontalo merupakan suatu daerah yang kaya akan sejarah, budaya dan warisan para leluhur yang sampai saat ini masih terjaga keindahannya. Secara historis Provinsi Gorontalo adalah daerah yang lebih dahulu merdeka dibandingkan Indonesia yaitu pada tahun 1942, dari hal tersebut Gorontalo membuktikan bahwa nilai perjuangan yang dibangun oleh para leluhur kita yang ada di Gorontalo sangatlah  luar biasa karena mampu menjadi ...

Sakit? Ayo Segera Bangkit!

Bismillah. Hai, sahabat Millennial Muslim. Siapa sih yang nggak pernah merasakan sakit? Kita semua pasti pernah merasakan ya. Kaum baperan langsung mikir nih  "Apalagi sakit melihat si dia bersama yang lain" . Yah, sakit nggak cuma tentang itu.   Kita masing-masing memiliki harapan, impian, capaian yang ingin diwujudkan. Dengan segala usaha, doa yang berpijak pada tekad kita lakukan demi sebuah impian kita. Tapi.. akankah dengan segera impian itu terwujud? yakin tanpa terpaan masalah dan problematika ? Tentu tidak. Sebegitu rinci, sebegitu teliti pun kita merencanakan pasti akan dihampiri oleh hambatan. Karena kita sebagai manusia pasti akan diuji oleh Allah. Kita hanya mampu merencanakan, berusaha mewujudkan. Adapun persoalan terwujud atau tidak, tercapai atau tidak itu bukan lagi kapasitas kita, melainkan kapasitas dari kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Kadang, hanya butuh beberapa langkah atau bahkan hanya satu langkah lagi kita meraih impian itu. Tapi nyatany...