Langsung ke konten utama

Takut itu.. Kuat


Sepenggal pengalaman yang membelajarkan. Hari itu waktu menunjukkan pukul 9 pagi, saya bergegas menuju kampus untuk memetik ilmu baru. Ya, semester telah berganti dan hari ini adalah awalnya. Seperti rutinitas di semester-semester sebelumnya bahwa di setiap awal pertemuan hampir semua mata kuliah pasti akan ada namanya perkenalan dengan dosen yang baru bertemu di semester ini. Tapi bukan itu pointnya, melainkan akan muncul pembagian kelompok baru.
Bagi penulis, seiringan dengan terbentuknya kelompok tersebut rasa takutpun mulai muncul. (hehe maklum saja hampir beberapa bulan tidak bertemu dengan teman lainnya). Rasa takut yang muncul bermacam-macam, mulai dari takut nantinya gugup saat presentasi, takut nanti materinya gak sesuai ekspetasi dosen, takut gak bisa nyambung sama teman-teman kelompok dan takut.. takut lainnya. (yang pernah ngerasa kayak gini, sini gih kita ngumpul hehe).

Mencoba adalah usaha. Jika ingin sukses kita harus berusaha. Usaha pun sudah dilakukan, tapi masih saja ada rasa takut. Suatu ketika, tibalah saat di mana saya harus memberanikan diri, melawan rasa takut untuk tampil presentasi. Saya pun berusaha maju bersama rekan-rekan sekelompok dan Alhamdulillah, saat-saat mendebarkan tersebut telah dilewati dengan mudah berkat Allah Subhanahu wa ta’ala.

Dari sinilah, penulis belajar bahwasanya rasa takut yang muncul di diri setiap manusia tidaklah dapat dihindarkan, tapi kita sebagai manusia diberi akal untuk berusaha melawan rasa takut tersebut. Usaha yang kita lakukan akan menjadikan kita menjadi insan yang lebih kuat. Seperti seorang yang pernah dibegal, karena ia takut dibegal lagi maka ia akan mulai belajar bela diri, bela diri terus ia tekuni hingga menjadikannya pribadi yang kuat dan tidak takut dibegal lagi. Intinya semakin kita takut maka usaha yang kita keluarkan haruslah semakin banyak, dengan usaha-usaha itulah maka InsyaAllah semakin menjadikan kita kuat dan jangan lupa bertawakkal kepada Allah Subhanahu wa ta’ala ya teman-teman.

Author : @sha



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aman karena Iman

Bismillah. Ini adalah buah dari kisah, pengalaman dari penulis dalam sajian obrolan yang sangat bermakna. Silahkan dibaca ya, teman". Aman karena Iman Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 09.30 WITA. Bergegas saya mendorong  motor saya yang ketika itu cedera salah satu ban rodanya. Tak lupa Kakak saya ikut serta menemani. Syukur, jarak bengkel dengan rumah tidak berjauhan, sehingga tak  butuh waktu dan tenaga lebih. Tapi yah, tetap terasa sedikit penat. Bagaimana tidak, saya mendorongnya seorang diri. Si Kakak cuma bantuin bawa roda yang baru mah. Singkat cerita, sepulang dari bengkel saya baru menyadari ternyata dompet saya hilang, jatuh entah di mana. Kakak mengatakan tidak ada sesuatu yang jatuh ketika itu. Saya pun bergegas, lari menuju rumah meninggalkan kakak yang masih dalam perjalanan pulang. Dan Alhamdulillah, saya menemukan dompet saya tergeletak di bawah kursi kerja.  Beriring dengan tibanya kakak saya di rumah, saya pun berkata padanya :...

Lebaran Ketupat, Nasi Bulu dan Kampung Jawa

                                                                                                                                  Oleh : Achmad Husein Hasni Gorontalo merupakan suatu daerah yang kaya akan sejarah, budaya dan warisan para leluhur yang sampai saat ini masih terjaga keindahannya. Secara historis Provinsi Gorontalo adalah daerah yang lebih dahulu merdeka dibandingkan Indonesia yaitu pada tahun 1942, dari hal tersebut Gorontalo membuktikan bahwa nilai perjuangan yang dibangun oleh para leluhur kita yang ada di Gorontalo sangatlah  luar biasa karena mampu menjadi ...

Sakit? Ayo Segera Bangkit!

Bismillah. Hai, sahabat Millennial Muslim. Siapa sih yang nggak pernah merasakan sakit? Kita semua pasti pernah merasakan ya. Kaum baperan langsung mikir nih  "Apalagi sakit melihat si dia bersama yang lain" . Yah, sakit nggak cuma tentang itu.   Kita masing-masing memiliki harapan, impian, capaian yang ingin diwujudkan. Dengan segala usaha, doa yang berpijak pada tekad kita lakukan demi sebuah impian kita. Tapi.. akankah dengan segera impian itu terwujud? yakin tanpa terpaan masalah dan problematika ? Tentu tidak. Sebegitu rinci, sebegitu teliti pun kita merencanakan pasti akan dihampiri oleh hambatan. Karena kita sebagai manusia pasti akan diuji oleh Allah. Kita hanya mampu merencanakan, berusaha mewujudkan. Adapun persoalan terwujud atau tidak, tercapai atau tidak itu bukan lagi kapasitas kita, melainkan kapasitas dari kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Kadang, hanya butuh beberapa langkah atau bahkan hanya satu langkah lagi kita meraih impian itu. Tapi nyatany...