Bismillah.
Hai, sahabat Millennial Muslim.
Hai, sahabat Millennial Muslim.
Siapa sih yang nggak pernah merasakan sakit? Kita semua pasti pernah merasakan ya. Kaum baperan langsung mikir nih "Apalagi sakit melihat si dia bersama yang lain". Yah, sakit nggak cuma tentang itu.
Kita masing-masing memiliki harapan, impian, capaian yang ingin diwujudkan. Dengan segala usaha, doa yang berpijak pada tekad kita lakukan demi sebuah impian kita. Tapi.. akankah dengan segera impian itu terwujud? yakin tanpa terpaan masalah dan problematika? Tentu tidak. Sebegitu rinci, sebegitu teliti pun kita merencanakan pasti akan dihampiri oleh hambatan. Karena kita sebagai manusia pasti akan diuji oleh Allah. Kita hanya mampu merencanakan, berusaha mewujudkan. Adapun persoalan terwujud atau tidak, tercapai atau tidak itu bukan lagi kapasitas kita, melainkan kapasitas dari kekuasaan Allah Azza wa Jalla.
Kadang, hanya butuh beberapa langkah atau bahkan hanya satu langkah lagi kita meraih impian itu. Tapi nyatanya hanya bisa terhenti di langkah itu. Bayangkan jika ada seseorang yang sudah berupaya memperjuangkan tapi akhirnya ditinggalkan.. Atau sebaliknya, seseorang yang dalam penantian pada akhirnya ditinggalkan.. Sakit nggak? Sebagian orang mungkin berkata "iya, sangat..". Kalau memang sakit, ya sudahlah.. nggak usah mengungkit "padahal kalau saja begini..begitu, kenapa saya tidak begini.. bla.. bla..". Kalau mau luapin sakitmu.. menangislah dalam sujudmu..
Ini semua adalah ujian, kawan.. sakit itu lumrah. Pun dalam Al-Qur'an Allah menegaskan kalimat-Nya "Sungguh Kami akan menguji kalian dengan sebagian rasa takut, rasa lapar, serta kekurangan harta, jiwa, dan buah. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar”. (QS. 2 : 155).
Intinya, ketika sakit karena kekecewaan.. sudahlah, nggak usah ngungkit.. dan segera bangkit. dream it and just do it.
Barakallahufiikum.
@kir
Wah keren kakak 😊
BalasHapusHehe. Terima kasih atas masukan dan kunjungannya, Ka.
HapusBagus kak,,
BalasHapus